Anggun dan Randy Bawa Suara Anak Kutim ke Panggung HAN

by
25 Juli 2026
1 min read

SANGATTA – Bukan sekadar tampil dalam perayaan Hari Anak Nasional, Forum Anak Kutai Timur (Kutim) menggunakan momentum HAN ke-42 untuk menyampaikan langsung kebutuhan dan persoalan yang dihadapi anak-anak di daerah. Delapan poin aspirasi dibacakan Nona Anggun dan Randy Pieter Hutagalung di hadapan pemerintah daerah, Sabtu (25/7/2026).

Keduanya menyampaikan “Suara Anak Kutai Timur” yang dirumuskan dari hasil penjaringan aspirasi anak di seluruh kecamatan. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Ketua Umum LPAI Seto Mulyadi menjadi sejumlah pihak yang menyaksikan penyampaian tersebut di Ruang Akasia, GSG Bukit Pelangi.

Dalam dokumen itu, anak-anak meminta akses pendidikan yang lebih merata, terutama dukungan transportasi sekolah bagi mereka yang tinggal di pelosok dan pesisir. Mereka juga menaruh perhatian pada keamanan anak di dunia maya dengan mendorong pengawasan konten digital dan penguatan literasi.

Masalah bullying di sekolah menjadi poin berikutnya. Forum Anak mengusulkan adanya satuan tugas serta mekanisme pelaporan yang aman dan menjamin kerahasiaan korban.

Tak berhenti pada isu pendidikan, mereka juga meminta lingkungan bebas asap rokok, fasilitas ramah disabilitas, serta taman bermain dan ruang terbuka hijau yang mudah diakses.

Perlindungan anak dari pernikahan usia dini turut masuk daftar aspirasi melalui penguatan edukasi kesehatan reproduksi dan peran pendamping sebaya.

Yang tak kalah penting, Forum Anak meminta ruang partisipasi dalam Musrenbang agar suara anak ikut dipertimbangkan dalam perencanaan pembangunan.

Ardiansyah menyatakan aspirasi tersebut akan menjadi masukan bagi penyusunan program pemerintah. Ia menyinggung sejumlah kebijakan seperti Wajib Belajar 13 Tahun, bantuan perlengkapan sekolah, dan pembangunan RTH.

Seto Mulyadi mengapresiasi keberanian Anggun dan Randy. Ia meminta Forum Anak terus menjadi agen perubahan melalui peran Pelopor dan Pelapor.

Dokumen “Suara Anak Kutai Timur” kemudian diserahkan kepada Bupati sebagai simbol komitmen bersama menuju Kabupaten Layak Anak. (ADV/ProkopimKutim/KP)

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Perluas Kebijakan Ramah Anak, Pemkab Kutim Bangun Sekolah Gratis hingga Taman Keluarga

Next Story

Permudah Akses Informasi Publik di Kutai Timur Lewat Portal Satu Data Indonesia