SANGATTA — Pengukuhan Asosiasi Pedagang Pasar Induk Sangatta (APPISTA) menandai babak baru penguatan organisasi pedagang di Kutai Timur. Organisasi tersebut diproyeksikan menjadi wadah yang memperjuangkan kepentingan pedagang sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di kawasan Pasar Induk Sangatta. Acara tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Kutim Jimmi dan Kepala Disperindag Kutim Nora Ramadani.
Ketua Umum APPISTA Sudarman menyampaikan organisasi yang dipimpinnya akan berfokus membangun komunikasi yang lebih efektif antara pedagang dengan pemerintah. Menurut dia, keberadaan asosiasi diharapkan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha pasar.
“Kami ingin seluruh pedagang memiliki wadah yang kuat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus bersama-sama meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Nora Ramadani mengapresiasi eksistensi APPISTA yang telah berdiri sejak 2019. Ia menilai para pedagang Pasar Induk Sangatta berperan penting dalam memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di tengah tekanan akibat gejolak ekonomi global dan kenaikan harga bahan baku, aktivitas pasar tetap berlangsung aman serta terbebas dari praktik premanisme.
Bupati Ardiansyah menjelaskan laju pertumbuhan ekonomi Kutim pada 2025 terkoreksi menjadi sekitar 1,05–1,3 persen setelah sebelumnya mencapai 9,82 persen pada 2024. Penurunan itu dipicu kontraksi sektor pertambangan. Kendati demikian, sektor nonpertambangan seperti perdagangan, perkebunan, dan industri pengolahan masih menunjukkan kinerja positif. Ia memastikan pemerintah akan memperkuat sinergi dengan lembaga perbankan, termasuk BPR Kutim, guna memperluas akses pembiayaan bagi pedagang dan memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan. (ADV/ProkopimKutim/KP)