Berkah IKN, Pemkab Kutim Dorong Hotel-Restoran Perkuat Daya Tarik Daerah

by
10 Agustus 2026
1 min read

SANGATTA — Arus mobilitas orang dan bisnis di Kalimantan Timur (Kaltim) yang ikut terdorong pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka peluang baru bagi Kutai Timur (Kutim). Pemerintah daerah kini mendorong pelaku hotel dan restoran meningkatkan kualitas layanan agar mampu menangkap potensi tersebut.

Hal itu mengemuka dalam Musyawarah Cabang (Muscab) BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kutim 2026 di Lounge Hotel Royal Victoria Sangatta. Kepala Dinas Pariwisata Kutim Mahriadi membacakan sambutan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam agenda tersebut.

Mahriadi menyampaikan bahwa sektor hospitality memiliki posisi strategis dalam membentuk citra sebuah daerah. Pengunjung, menurutnya, tidak hanya membutuhkan kamar atau tempat makan, tetapi juga pengalaman pelayanan yang nyaman.

“Pelayanan yang baik akan meninggalkan kesan positif bagi pengunjung. Itu penting untuk membangun citra daerah,” kata Mahriadi.

Karena itu, pemerintah meminta pelaku usaha memperhatikan unsur kebersihan, keamanan, keramahan, dan profesionalitas sumber daya manusia. Kualitas layanan dinilai dapat menentukan daya saing Kutim ketika mobilitas wisatawan dan pelaku usaha di Kaltim semakin berkembang.

Di sisi lain, industri hotel dan restoran juga dinilai mempunyai efek berganda terhadap perekonomian. Aktivitas usaha dapat menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan permintaan terhadap produk UMKM, bahan pangan, jasa transportasi, kuliner, dan ekonomi kreatif.

Ardiansyah menyebut sektor tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan ekonomi daerah pada sektor tertentu. Kutim memiliki modal lain berupa kekayaan budaya, kuliner khas, potensi wisata, serta peluang investasi.

Pemkab Kutim juga mengarahkan pengembangan sektor MICE, wisata kuliner, dan UMKM. Pemanfaatan teknologi digital untuk promosi serta pemasaran produk lokal turut didorong agar jangkauan pasar semakin luas.

Menurut Mahriadi, PHRI diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam menghadapi perubahan industri sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata daerah.

“Semoga Muscab ini menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi maupun pembangunan daerah,” ujarnya. (ADV/ProkopimKutim/KP)

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Lapak Pakaian Dayak Meriahkan Festival UFAH

Next Story

Disdukcapil Kutim Raih Nilai 90 dan Terbaik di Kalimantan