Buka Akses Data Statistik, BPS Kutim Perkuat Layanan Konsultasi 

by
6 Agustus 2026
1 min read

SANGATTA – Akses terhadap data statistik Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus diperluas. Badan Pusat Statistik (BPS) Kutim memperkuat layanan konsultasi dan kanal informasi agar masyarakat tidak hanya memperoleh angka, tetapi juga mampu memahami makna data yang digunakan untuk menggambarkan kondisi daerah.

Komitmen tersebut dibahas dalam Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) Standar Pelayanan Publik dan literasi statistik indikator makro di Ruang Damar, Gedung Serba Guna Bukit Pelangi.

Kepala BPS Kutim Widiyantono mengatakan keterbukaan informasi statistik merupakan bagian penting dari pelayanan publik. Data BPS dapat dimanfaatkan berbagai kelompok, mulai mahasiswa, akademisi, pemerintah hingga media.

“Seluruh data statistik yang kami miliki dapat diakses oleh berbagai kalangan untuk kebutuhan perencanaan pembangunan,” katanya.

Menurut Widiyantono, BPS perlu memastikan masyarakat mengetahui cara memperoleh sekaligus membaca data. Karena itu, pihaknya mengundang perangkat daerah, akademisi, dan wartawan untuk memberikan masukan mengenai kebutuhan pengguna.

BPS menyediakan Pelayanan Statistik Terpadu (PST) bagi masyarakat yang memerlukan konsultasi. Pengguna juga dapat mengakses data melalui publikasi dan tabel dinamis pada platform digital BPS.

Dalam kegiatan tersebut diperkenalkan pengembangan website yang memungkinkan pengguna melihat dan membandingkan data antarwilayah di Kalimantan Timur. Data ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik serta dilengkapi uraian sederhana untuk membantu pembaca memahami informasi statistik.

Platform tersebut juga menyediakan akses konsultasi melalui layanan tatap muka, WhatsApp, maupun janji temu daring menggunakan Zoom.

Lebih dari 20 indikator strategis disajikan dalam lima kelompok, meliputi ekonomi, kependudukan dan ketenagakerjaan, sosial, pembangunan manusia, serta gender.

Widiyantono mengatakan kritik dan saran dari pengguna akan menjadi bahan perbaikan layanan BPS.

“Hasil FGD ini akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan serta mengembangkan inovasi,” ujarnya.

Melalui penguatan literasi data, BPS Kutim berharap statistik tidak berhenti sebagai kumpulan angka, tetapi menjadi rujukan yang dapat digunakan secara tepat dalam pengambilan kebijakan dan pembangunan daerah. (ADV/ProkopimKutim/KP)

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Tak Menunggu Bantuan Pusat, Kutim Genjot Program Rumah Layak Huni

Next Story

Ardiansyah Minta Perusahaan di Sandaran Perketat Pengawasan Narkoba