Damkarmat Kutim: Keselamatan Dimulai dari Dapur

by
5 Agustus 2026
1 min read

SANGATTA – Dapur menjadi salah satu ruang yang perlu mendapat perhatian dalam upaya mencegah kebakaran rumah tangga. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan keluarga, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kutai Timur (Kutim) membekali wali murid TK Negeri Pembina dengan pengetahuan menghadapi kebocoran hingga kebakaran tabung gas.

Kegiatan edukasi tersebut berlangsung di Kantor Damkarmat Kutim dalam rangkaian outing class. Bunda PAUD Kutim Siti Robiah Ardiansyah dan Kepala Damkarmat Kutim Failu turut hadir dalam kegiatan yang menggabungkan pembelajaran anak dengan literasi keselamatan bagi orangtua.

Staf Bidang Pencegahan Damkarmat Kutim, Rusdi, menjelaskan sejumlah langkah dasar yang perlu diketahui masyarakat. Ia menekankan bahwa warga harus tetap tenang dan menghindari tindakan yang dapat memicu bahaya lebih besar.

Petugas kemudian memperagakan cara menangani api pada tabung menggunakan kain atau handuk basah. Api ditutup untuk mengurangi suplai oksigen hingga nyala api mereda. Setelah kondisi memungkinkan, regulator dapat dilepaskan secara perlahan.

Namun, prosedur tersebut tidak berlaku ketika tabung sudah dalam kondisi panas. Rusdi meminta masyarakat tidak memaksakan diri memindahkan tabung karena dapat membahayakan keselamatan.

“Jika suhu tabung sudah terasa panas, jangan sekali-kali mencoba memindahkannya,” tegas Rusdi.

Ia juga mengingatkan pentingnya membuka ventilasi agar gas yang bocor tidak terperangkap di dalam rumah. Bila kebakaran tidak segera teratasi, warga diminta mengutamakan keselamatan dan menghubungi petugas Damkarmat.

Failu mengatakan keluarga merupakan titik awal dalam membangun kesadaran mitigasi bencana. Pengetahuan dasar yang dimiliki orangtua diharapkan dapat memperkecil dampak ketika insiden terjadi.

“Pemahaman mengenai langkah awal penanganan dapat meminimalisir risiko sebelum api menjalar lebih besar,” ujarnya.

Sementara Siti Robiah menilai edukasi tersebut menjadi nilai tambah bagi kegiatan outing class. Selain anak belajar mengenal keselamatan, orangtua memperoleh keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (ADV/ProkopimKutim/KP)

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Mahyunadi Dukung Aspirasi DOB Sangsaka, Ingatkan Pentingnya Kesiapan Administrasi

Next Story

Ardiansyah Sulaiman Soroti Potensi Laut Kutim untuk Perkuat Ketahanan Pangan