Festival UFAH 2026 Jadi Ruang Pelestarian Adat Dayak Kayan di Kutim

by
13 Agustus 2026
1 min read

KOMBENG — Festival UFAH 2026 di Desa Miau Baru, Kecamatan Kombeng, Kutai Timur, tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat Dayak Kayan untuk mengenalkan kembali warisan leluhur kepada generasi muda melalui prosesi adat Ufah.

Salah satu rangkaian yang menarik perhatian ialah ritual yang melibatkan lima bayi laki-laki. Kelima anak itu telah dipersiapkan untuk mengikuti prosesi adat yang memiliki nilai simbolik bagi masyarakat Kayan.

Momen tersebut mendapat perhatian Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Ia mengaku baru mengetahui secara utuh makna keterlibatan anak-anak dalam Ufah setelah mendengar penjelasan Ketua Adat Kayan Kaltim Kaltara.

Menurut Ardiansyah, Ufah berkaitan dengan proses mempersiapkan calon pemimpin. Selama ini, ia hanya melihat keterlibatan anak-anak sebagai bagian dari rangkaian kegiatan adat.

Pesan serupa disampaikan Ketua Umum Persekutuan Dayak Kayan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Tan Irang. Ia meminta masyarakat tidak sekadar menggelar tradisi, tetapi juga merawat nilai, seni, dan adat yang diwariskan leluhur.

Tan Irang juga menekankan pentingnya persatuan dan rasa kekeluargaan di tengah keberagaman masyarakat Kutai Timur.

Sebelum ritual berlangsung, Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah Ardiansyah menyapa lima anak peserta prosesi. Ia mendoakan mereka tumbuh sehat dan kelak menjadi pemimpin yang baik.

Festival itu turut menampilkan sembilan tarian khas Dayak Kayan Umaq Lekan. Bagi Ardiansyah, keberadaan festival adat memiliki arti strategis karena budaya dapat menjadi perekat sosial sekaligus identitas daerah.

Ia menilai pelestarian adat perlu terus dilakukan agar generasi berikutnya tetap mengenal akar budaya masyarakat Kayan di tengah perkembangan zaman. (ADV/ProkopimKutim/KP)

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Perahu 20 Meter Warnai Festival UFAH, Pertahankan Tradisi Sungai Bahau 

Next Story

Kutim Siap Hadapi Era “Rumah Kaca” Pengawasan Keuangan Daerah