Kejar Swasembada Beras, Kutim Perluas 20 Ribu Hektar Sawah

by
31 Juli 2026
1 min read

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan program perluasan lahan sawah hingga 20 ribu hektare sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan. Program tersebut disusun menyusul masih besarnya selisih antara kebutuhan dan produksi beras daerah yang mencapai sekitar 35 ribu ton setiap tahun.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dyah Ratnaningrum, mengatakan kebutuhan beras masyarakat diperkirakan mencapai 43 ribu ton per tahun. Namun, dengan luas sawah sekitar 2.638 hektare dan produktivitas rata-rata 5 ton gabah kering giling per hektare, produksi beras Kutim baru sekitar 8 ribu ton per tahun.

“Artinya, kita baru mampu memenuhi sekitar 18 persen kebutuhan beras daerah. Ini menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera kita selesaikan,” katanya.

Menurut Dyah, untuk mencapai swasembada beras, Kutim membutuhkan sekitar 69 ribu ton gabah kering giling setiap tahun. Dengan tingkat produktivitas saat ini, kebutuhan tersebut setara dengan sekitar 13.800 hektare lahan sawah sehingga masih diperlukan tambahan sekitar 11.233 hektare dari kondisi eksisting.

Program perluasan sawah akan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Kodim 0909/KTM serta melibatkan Badan Pertanahan, Dinas Perkim, Dinas Perkebunan, Bappeda, Dinas Pertanahan, hingga Balai Taman Nasional Kutai. Pemerintah memastikan seluruh lahan yang dimanfaatkan harus berstatus bersih dan bebas sengketa.

Di sisi lain, pemerintah juga mengoptimalkan strategi intensifikasi dengan meningkatkan penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, mekanisasi pertanian, modernisasi jaringan irigasi, serta mendorong petani meningkatkan indeks pertanaman. Upaya menekan kehilangan hasil pascapanen dan diversifikasi pangan juga menjadi bagian dari strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras sekaligus memperkuat ketahanan pangan Kutai Timur secara berkelanjutan. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Pemkab dan KPC Percepat Pembangunan Underpass

Next Story

Narkoba Masuk Liquid Vape, Polres Kutim Ingatkan Ancaman bagi Anak Muda