SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memasang target pertumbuhan ekonomi sebesar 10,74 persen pada 2027, meski saat ini laju ekonomi daerah masih bertahan di kisaran satu persen. Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menilai target tersebut hanya dapat dicapai apabila seluruh organisasi perangkat daerah bekerja lebih agresif dan membuka peluang pendanaan di luar APBD.
Hal itu disampaikannya usai mengikuti Musrenbang RKPD 2027 di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Sangatta. Menurut Mahyunadi, perlambatan ekonomi harus dijawab melalui kebijakan yang cepat, tepat sasaran, dan berbasis kondisi riil di lapangan.
Ia mengatakan pemerintah daerah segera menggelar rapat koordinasi bersama tim ekonomi untuk menyusun langkah konkret dalam mendorong sektor-sektor produktif. “Kita harus segera duduk bersama dengan tim ekonomi untuk merumuskan strategi yang lebih konkret. Kita butuh langkah yang cepat dan terukur agar kondisi ini bisa segera membaik,” katanya.
Mahyunadi mengakui lonjakan pertumbuhan dari sekitar satu persen menuju dua digit merupakan tantangan besar. Namun, ia menilai target tersebut tetap realistis apabila seluruh perangkat daerah memiliki komitmen yang sama dalam menjalankan program pembangunan.
Menurutnya, sinkronisasi program 2026 dengan rencana kerja 2027 menjadi kunci agar pembangunan tidak terputus. Selain itu, perencanaan harus berangkat dari kebutuhan masyarakat, bukan hanya berorientasi pada pencapaian indikator administratif.
Ia juga meminta perhatian lebih besar terhadap pengembangan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur yang mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru. Mahyunadi menegaskan seluruh OPD harus aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat dan mitra swasta guna memperoleh tambahan dukungan program maupun pembiayaan pembangunan. (ADV/ProkopimKutim/KP)