Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 turun drastis menjadi Rp5,1 triliun dari Rp9,8 triliun pada tahun sebelumnya.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kutim Noviari Noor mengatakan pembangunan jalan akan tetap dilanjutkan melalui skema kontrak tahun jamak (multiyears).
“Tahun ini ada program multiyears. Semuanya rata-rata jalan. Itu bagian dari peningkatan untuk jalan mantap,” ujar Noviari di Sangatta.
Data Pemkab Kutim mencatat jalan kabupaten dengan kondisi mantap hingga 2025 baru mencapai 34,78 persen. Angka itu hanya naik 1,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 33,27 persen.
Menurut Noviari, pemerintah daerah menerapkan efisiensi anggaran mengikuti arahan pemerintah pusat. Penghematan dilakukan pada belanja operasional, mulai dari perjalanan dinas hingga kegiatan rapat dan bimbingan teknis.
Sementara itu, proyek-proyek strategis yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat, termasuk pembangunan jalan melalui skema multiyears, tetap dipertahankan.
Ia menjelaskan proyek tersebut mencakup pembangunan jalan utama, jalan antardesa, jalan lingkungan, hingga penataan kawasan perkotaan untuk memperkuat konektivitas di wilayah Kutai Timur yang memiliki cakupan geografis luas.
“Harapannya tidak ada pengurangan pada level itu. Kebijakan efisiensi lebih difokuskan pada belanja operasional, bukan dihilangkan tapi dikurangi,” tegas Noviari.
Dengan strategi tersebut, Pemkab Kutim berharap pembangunan infrastruktur tetap berjalan sehingga akses masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah dapat terus meningkat meski ruang fiskal pemerintah semakin terbatas. (ADV/ProkopimKutim/KP)