Pemkab Kutim Tekankan Beasiswa sebagai Modal Cetak Generasi Berdaya Saing

by
20 Agustus 2026
1 min read

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menempatkan pendidikan sebagai salah satu investasi jangka panjang dalam pembangunan daerah. Komitmen itu diwujudkan melalui program Beasiswa Stimulan Siswa 2026 yang diarahkan untuk membantu pelajar sekaligus membangun motivasi berprestasi.

Upaya tersebut dibahas dalam sosialisasi Beasiswa Stimulan Siswa Kutim 2026 di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Kamis (20/8/2026). Kegiatan diikuti kepala sekolah dan operator dari jenjang SMA sederajat yang mewakili 18 kecamatan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim Mulyono menilai keberadaan beasiswa memiliki arti lebih luas daripada sekadar meringankan biaya pendidikan. Bantuan tersebut diharapkan membuat siswa semakin terdorong untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan.

“Beasiswa bukan hanya bantuan pendidikan, tetapi juga menjadi motivasi bagi anak-anak kita untuk terus belajar, berprestasi, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan,” ujar Mulyono.

Menurut Mulyono, Pemkab Kutim juga berupaya memastikan pengelolaan program pendidikan berjalan sesuai sasaran. Disdikbud menangani bantuan pendidikan untuk siswa SD dan SMP, termasuk program Tahfiz. Adapun dukungan beasiswa pada jenjang lebih tinggi berada di bawah koordinasi Bagian Kesra.

Kepala Bagian Kesra Setkab Kutim Norhadi menyebut tahun ini pemerintah menargetkan 1.000 penerima dari 62 SMA sederajat. Kuota tersebut nantinya dibagi ke sekolah-sekolah, dengan rata-rata sekitar 15 siswa per sekolah.

“Target beasiswa tahun ini sebanyak seribu orang, tersebar di 62 SMA sederajat,” ungkap Norhadi.

Ia menekankan pentingnya sosialisasi agar sekolah memahami proses pengajuan secara tepat. Dengan begitu, aspek transparansi dan ketepatan sasaran dapat dijaga sejak tahapan administrasi.

Program dukungan pendidikan Kutim juga telah berjalan melalui skema lain. Sejak 2024, Pemkab Kutim menjalankan Beasiswa Indonesia Emas Daerah dengan menggandeng 10 perguruan tinggi. Sebanyak 150 pelajar Kutim telah memperoleh manfaat kerja sama tersebut.

Melalui kesinambungan program, pemerintah daerah berharap akses pendidikan semakin terbuka dan lulusan Kutim mampu melanjutkan pendidikan serta berkompetisi hingga tingkat nasional. (ADV/ProkopimKutim/KP)

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Bandara Uyang Lahai Diperbaiki, Akses Pedalaman Kutim Makin Terbuka

Next Story

Bankaltimtara Biayai Petani Pisang Kaliorang, Kutim Perkuat Ekonomi Kerakyatan