Budaya dan Kemerdekaan Menyatu di Kerja Tahun Suku Karo Kutai Timur

by
16 September 2025
34 views

Kutai Timur, Kaltimneisa.id – Hari Kemerdekaan RI ke-80 di Kutai Timur dirayakan berbeda. Masyarakat Karo menggelar pesta adat Gendang Guro-Guro Aron di Stadion Kudungga, menghadirkan kebersamaan, musik tradisi, hingga kehadiran kepala daerah yang ikut larut dalam semangat tujuh belasan.

Acara yang biasanya digelar untuk merayakan pesta panen sekaligus mempererat solidaritas dan silaturahmi masyarakat Karo tersebut dihadiri ratusan warga Karo yang tergabung dalam Persadaan Kalak Karo Sada Kata Sangatta serta Karo Simalem Bontang.

Kemeriahan semakin lengkap dengan hadirnya artis Karo, Pedro Ginting dan Nelly Br Sembiring, yang menghibur seluruh undangan melalui lantunan musik tradisional dan lagu khas Karo.

Ketua Panitia, Rico Andreas Tarigan, menegaskan pentingnya kekompakan pemuda dan masyarakat Karo.

“Ini adalah kegiatan rutin yang kita laksanakan. Kerja Tahun menjadi wadah kita membangun kembali silaturahmi dan kekompakan kalak Karo,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Sada Kata Sangatta, Alek Tarigan, yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Saya bersyukur kita dapat kembali menjalin silaturahmi dalam agenda tahunan ini. Semoga acara Gendang Guro-Guro Aron Mburo Ate Tedeh Sangatta-Bontang berjalan lancar dari awal hingga akhir,” katanya.

Yang tak kalah menarik, acara ini juga dihadiri oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang secara adat disematkan marga Ginting oleh masyarakat Karo. Turut hadir Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, serta Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi.

Dalam prosesi arak-arakan masuk, rombongan kepala daerah disambut meriah dan dipasangkan Beka Buluh atau Ulos Karo sebagai simbol penghormatan.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Karo di Kutai Timur.

“Beberapa tahun lalu saya juga pernah hadir di acara ini, bahkan mendapat marga Ginting. Saya berterima kasih, karena gelar budaya atau adat ini adalah sebuah kehormatan besar bagi saya. Saya tidak menyebut Anda hanya masyarakat Karo, tapi Anda adalah masyarakat Kutai Timur yang berasal dari Karo,” tegasnya.

Acara kemudian ditutup dengan kebersamaan penuh semangat, saat bupati, wakil bupati, dan ketua DPRD ikut menari bersama masyarakat Karo, menambah semarak nuansa tujuh belasan.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Polres Kutim Gelar Hari Juang Polri 2025, Semangat Pelayanan kepada Masyarakat

Next Story

Pumpkin Spice Latte Kembali 26 Agustus, Pecinta Kopi Siap-Siap!

Don't Miss