Kaltim Point, Kutim – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menginstruksikan Dinas Sosial agar mendata ulang seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kutim. Salah satu fokus pendataan adalah memastikan anak-anak karyawan mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Ardiansyah menyampaikan kekhawatirannya terhadap banyaknya pekerja pendatang yang tidak mengurus pendidikan anak, hal ini sering terjadi pada perusahaan perkebunan maupun pertambangan yang mempekerjakan tenaga kerja dari luar daerah.
Ia meminta Dinas Sosial melakukan koordinasi intensif dengan perusahaan terkait pencatatan anak usia sekolah, kondisi keluarga, serta bantuan yang dapat diberikan perusahaan.
Selain itu, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan untuk pembangunan program Sekolah Rakyat, sebuah layanan pendidikan komprehensif yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Saat ini, proyek tersebut masih menunggu penguatan dokumen administratif.
“Perusahaan harus memastikan anak karyawannya sekolah. Jangan sampai ada yang terabaikan,” ujar Ardiansyah, Selasa (11/11/2025).
Ia juga meminta agar perusahaan terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat di lingkungan sekitar serta pendidikan menjadi salah satu indikator tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang wajib dipenuhi.
Ardiansyah menegaskan bahwa Pemkab Kutim akan memastikan Sekolah Rakyat menjadi fasilitas pendidikan yang dapat menampung keluarga miskin dan pekerja sektor informal.
“Kita sudah siapkan lahannya. Sekarang tinggal kita percepat proses administrasinya,” pungkasnya.(ADV)