Bupati Kutim Soroti Potensi PAD Sarang Burung Walet dalam Gebyar Pajak 2025

by
17 November 2025
604 views

SANGATTA — Kesadaran membayar pajak menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dalam mendorong kemandirian fiskal daerah. Salah satunya diwujudkan melalui Gebyar dan Reward Pajak Kutim 2025 yang digelar di Ruang Akasia GSG Bukit Pelangi, Kamis (25/11), sebagai bentuk apresiasi bagi masyarakat yang patuh melaporkan dan membayar pajak.

Acara yang mengusung slogan “Yok Etam Taat Pajak, untuk Kutim Semakin Maju” ini dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Kutim Jimmy, serta unsur Forkopimda dan perwakilan Bankaltimtara. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi dan penghargaan bagi wajib pajak yang disiplin.

Kepala Bapenda Kutim Syafur menyampaikan, sebanyak 100 wajib pajak terpilih mendapatkan penghargaan atas kepatuhan mereka dalam pelaporan dan pembayaran pajak secara daring. Selain itu, 75 hadiah Gebyar diundi secara digital melalui aplikasi undian Bapenda Kutim, sebagai bentuk apresiasi tambahan bagi masyarakat yang berpartisipasi aktif.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ardiansyah menekankan bahwa pajak merupakan salah satu indikator kemajuan pembangunan daerah. Ia mendorong masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan sekaligus menegaskan pentingnya inovasi Bapenda dalam menggali potensi pajak, termasuk di wilayah pelosok.

“Upaya untuk meningkatkan penerimaan PAD Kutim dapat dilakukan dengan menggali potensi pendapatan daerah. Salah satu yang menjanjikan adalah sektor sarang burung walet, yang tersebar hingga pelosok kecamatan,” ujar Bupati. Menurutnya, dengan pengelolaan yang baik dan kesadaran pajak yang tinggi, komoditas ini bisa menjadi sumber PAD yang signifikan.

Melalui Gebyar dan Reward Pajak Kutim 2025, Pemkab Kutim menegaskan komitmennya untuk memperkuat budaya taat pajak sekaligus memaksimalkan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan visi Kutim Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing, di mana kemandirian fiskal menjadi fondasi pembangunan inklusif. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Kolaborasi Pemkab Kutim dalam Ops Zebra Mahakam 2025: Dishub dan Satpol PP Turun Tangan Tertibkan Lalu Lintas

Next Story

Hampir Menyentuh Target, Disdukcapil Kutim Optimistis Capai 99,4 Persen KTP-el