SANGATTA – Kreativitas anak muda Kutai Timur mendapat panggungnya. Festival Pemuda Kreatif 2025, yang dibuka di Lapangan Alun-alun Bukit Pelangi, menghadirkan kombinasi unik antara seni, budaya, dan inovasi wirausaha. Dari penampilan tari tradisional, parade cosplay, hingga pertunjukan Cover K-Pop, festival ini menjadi bukti nyata dorongan Pemkab Kutim terhadap talenta lokal.
Wakil Bupati Mahyunadi menegaskan bahwa Festival Pemuda Kreatif 2025 bukan sekadar ajang hiburan semata, melainkan sarana strategis untuk menumbuhkan potensi generasi muda Kutai Timur. Menurutnya, festival ini memberi ruang yang luas bagi anak muda untuk mengekspresikan ide-ide kreatif mereka, mengasah bakat, serta merespons tantangan masa depan melalui karya nyata yang inovatif. “Kami hadir bukan hanya untuk menyaksikan, tetapi untuk memastikan bahwa setiap kreativitas yang lahir di Kutim mendapat dukungan nyata.
Festival ini wujud kepercayaan kami terhadap kemampuan generasi muda Kutim dan komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem kreatif daerah,” ujarnya. Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menambahkan bahwa sinergi dengan pelaku kreatif lokal menjadi kunci sukses acara ini. Event organizer lokal, Sans Organizer, dipercaya mengeksekusi festival, yang juga menampilkan 58 tenan UMKM memamerkan produk unggulan daerah.
Rangkaian hari pertama festival memadukan tradisi dan modernitas, termasuk Tari Tradisional FDT, Cosplay Parade, dan penampilan panggung oleh Mr. Dance dan Black Spider Band. Hari kedua akan fokus pada kegiatan komunitas, seperti sharing session dan gowes bersama, sementara puncak acara di hari terakhir menampilkan artis nasional dari Jakarta.
Pemkab Kutim berharap momentum ini memperkuat identitas lokal sekaligus menumbuhkan semangat wirausaha di kalangan generasi muda. Festival Pemuda Kreatif 2025 menjadi simbol nyata dukungan pemerintah terhadap anak muda yang ingin berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. (ADV/ProkopimKutim/KP)