Desainer Interior Ingatkan Bahaya “Micro-Trends” dalam Dekorasi Rumah

by
12 Agustus 2025
43 views

London – Dalam beberapa tahun terakhir, media sosial seperti TikTok dan Instagram melahirkan berbagai tren dekorasi rumah yang cepat berganti. Mulai dari “coastal grandmother”, “barbiecore”, hingga “dark academia”, semuanya pernah viral dalam waktu singkat. Namun, desainer interior internasional kini mengingatkan bahwa mengikuti “micro-trends” bisa berujung penyesalan.

Menurut Elle Decor, micro-trends adalah tren gaya hidup atau dekorasi yang hanya bertahan kurang dari satu tahun, bahkan kadang hanya 6–10 bulan. Kelly Wearstler, desainer interior ternama asal AS, menegaskan bahwa masyarakat harus berhati-hati sebelum mengubah keseluruhan rumah mengikuti tren singkat.

“Renovasi besar untuk mengejar tren cepat adalah kesalahan. Yang terjadi kemudian, banyak klien merasa bosan dalam hitungan bulan dan akhirnya mengeluarkan biaya lagi untuk merombak ulang,” jelas Kelly.

Tren ini juga berpengaruh di Indonesia. Interior stylist Jakarta, Ardhana Putri, mengatakan bahwa permintaan untuk desain rumah bergaya “Japandi” sempat melonjak, namun kini banyak klien mulai kembali ke desain timeless. “Solusinya, ikuti tren melalui aksen kecil seperti cat dinding, bantal sofa, atau dekorasi meja. Itu lebih fleksibel dan tidak menguras dompet,” katanya.

Dengan semakin gencarnya arus tren di media sosial, para ahli sepakat bahwa masyarakat sebaiknya lebih bijak dalam mengadopsinya. Rumah, kata mereka, adalah investasi jangka panjang—bukan sekadar arena eksperimen viral.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

FRK Laporkan Kabid Bappeda Kutim atas Dugaan KKN dan Maladministrasi

Next Story

Ketua KNPI Minta Kejaksaan Usut Tuntas Mandeknya APBD Kutim, dan Copot Pejabat TAPD yang Langgar Prosedur

Don't Miss