DPPKB Kutim Paparkan Peta Risiko Stunting di Sangatta Utara

by
11 November 2025
450 views

SANGATTA – Peta pendataan yang dihasilkan dari kegiatan verifikasi dan validasi data keluarga berisiko stunting untuk Kecamatan Sangatta Utara dipaparkan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Sangatta Utara menjadi fokus karena memiliki jumlah keluarga berisiko stunting tertinggi di seluruh Kutim.

Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, dalam arahannya menegaskan perlunya kesepemahaman di antara media, perangkat daerah, dan petugas lapangan mengenai konsep “keluarga berisiko stunting”. Menurutnya, isu stunting bukan sekadar berbicara tentang anak yang sudah lahir dengan kondisi stunting, melainkan upaya pencegahan yang dimulai dari akar penyebabnya.

“Kalau kita hanya bicara anak yang sudah lahir, itu artinya kita sudah di tahap mengobati, bukan mencegah. Hari ini kita berbicara dari hulunya, dari keluarga yang memiliki faktor risiko, seperti sanitasi tidak layak, air bersih yang belum memenuhi standar, tidak memiliki jamban sehat, kondisi pasangan usia subur 4T (terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, terlalu banyak), hingga tidak mengikuti program KB,” paparnya.

Keluarga yang berada dalam kategori desil 1 sampai 4 (kelompok masyarakat miskin) termasuk yang menjadi sasaran intervensi. Data yang dipaparkan menunjukkan kebutuhan-kebutuhan, seperti siapa yang membutuhkan bantuan pembangunan rumah layak huni, akses air bersih, atau pelatihan keterampilan.

Penanganan yang dilakukan, DPPKB akan melaksanakan program “Cap Jempol Stop Stunting” atau Cara Pelayanan Jemput Bola Stop Stunting, di mana tim akan turun langsung melakukan koordinasi dan konsultasi dengan sedikitnya 10 perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk PDAM, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja, dan BAZNAS.

Peta data ini akan menjadi dasar bagi rapat lintas PD yang rencananya dipimpin oleh Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. Pertemuan itu akan membahas lebih lanjut bentuk intervensi dan pembiayaan program berdasarkan data keluarga berisiko.

Pemaparan data ini menjadi salah satu langkah konkret dari keseriusan Pemerintah Daerah Kutim dalam menanggulangi stunting. Pendekatan yang komprehensif dipilih karena stunting memiliki banyak faktor yang harus ditangani secara keseluruhan. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Arsiparis Teladan 2025, Dispusip Kutim Apresiasi Penjaga Memori Daerah

Next Story

ASN Kutim Tunjukkan Prestasi di Ajang Pornas Korpri XVII