Festival Pemuda Kreatif 2025 Jadi Wadah Lahirnya Generasi Inovatif dan Mandiri di Kutai Timur

by
9 November 2025
517 views

Kaltim Point, Kutim – Suara musik menggema di Alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta. Sejak sore hingga malam, semangat itu tak padam. Ratusan generasi muda Kutai Timur (Kutim) memadati area festival, membawa karya, ide, dan mimpi besar mereka dalam Festival Pemuda Kreatif Kutai Timur 2025, yang berlangsung mulai 7 hingga 9 November 2025.

Kegiatan ini bukan sekadar hiburan atau pameran, melainkan bukti nyata bahwa anak muda Kutim mampu berdiri di garis depan pembangunan daerah. Di tengah tantangan zaman yang kian cepat berubah, mereka menunjukkan satu hal penting, bahwa kreativitas dan kolaborasi adalah kekuatan baru yang bisa menggerakkan ekonomi dan budaya lokal.

Festival yang diinisiasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim bekerja sama dengan SANS Organizer ini sepenuhnya digerakkan oleh pemuda lokal. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah tidak hanya memberi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat, tetapi juga mendorong mereka untuk berpikir produktif dan inovatif.

Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menyebut Festival Pemuda Kreatif sebagai bukti kemandirian dan semangat kolaboratif anak muda Kutim. Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu terus dikembangkan agar potensi pemuda dapat menjadi sumber kekuatan pembangunan.

“Kita ingin anak muda Kutim tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama dalam membangun daerah. Melalui festival ini, mereka belajar berorganisasi, berwirausaha, dan bekerja sama lintas komunitas. Inilah cara kita menyiapkan generasi masa depan,” ujar Basuki.

Tahun 2025 menjadi momentum baru. Sebanyak 58 pelaku UMKM muda ikut berpartisipasi menampilkan produk unggulan seperti kuliner kreatif, kerajinan tangan, dan fashion lokal.

Setiap karya yang dipamerkan tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mencerminkan identitas dan kearifan lokal Kutim yang dibungkus dalam kreativitas modern.

Yang membuat festival ini berbeda adalah sinergi lintas komunitas. Cosplayer, komunitas sepeda, seniman, gamers, hingga pelaku usaha mikro hadir dalam satu ruang yang sama. Mereka saling bertukar ide, berkolaborasi, dan menciptakan atmosfer positif yang menumbuhkan solidaritas antargenerasi muda Kutim.

“Kami ingin anak muda merasa memiliki ruang ini. Karena ketika mereka punya tempat untuk berekspresi, di situlah lahir ide-ide baru yang bermanfaat bagi daerah,” tambah Basuki.

Festival berlangsung selama tiga hari dengan agenda beragam. Hari pertama dibuka dengan seremoni resmi dan parade pemuda kreatif, hari kedua dipenuhi dengan pertunjukan seni dan pameran UMKM muda, sementara hari ketiga menjadi puncak kemeriahan dengan penampilan musisi lokal dan artis nasional dari Jakarta.

Namun lebih dari sekadar acara, festival ini menghidupkan kembali semangat gotong royong dan rasa percaya diri anak muda Kutim.

Mereka belajar bahwa membangun daerah tidak harus dimulai dari hal besar, cukup dari langkah sederhana, berani berkarya dan berani bekerja sama.

Dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan ini menjadi bukti keseriusan Kutim dalam mempersiapkan generasi muda yang berkarakter, mandiri, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Sebab, masa depan daerah bergantung pada seberapa kuat anak mudanya berani berinovasi.

Di penghujung acara, seluruh lampu panggung perlahan meredup, namun semangat itu tak padam. Festival Pemuda Kreatif 2025 bukan sekadar perayaan, melainkan cerminan arah baru perjalanan anak muda Kutim dari penonton menjadi pelaku, dari ide menjadi aksi, dari mimpi menjadi kenyataan. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Festival Pemuda Kreatif 2025 Kutim Ditutup Meriah.

Next Story

Kutim Gandeng UGM Perkuat Sistem Persampahan Berkelanjutan

Don't Miss