SANGATTA – Sekretaris Kabupaten Kutai Timur, Rizali Hadi, membantah tudingan bahwa dirinya jarang terlihat di kantor. Dalam klarifikasi resmi pada Kamis (11/7/2025), Rizali menyatakan bahwa ketidakhadirannya secara fisik di Sangatta bukan karena mangkir, melainkan sedang menjalankan penugasan resmi dari Bupati.
“Semua pekerjaan tetap ditindaklanjuti. Jadi soal administrasi, tidak pernah ada kendala. Kalau ada ratusan berkas yang perlu ditandatangani, maka hari itu juga langsung saya selesaikan,” tegas Rizali.
Ia bahkan menyebut bahwa tidak pernah ada penumpukan dokumen fisik di meja kerjanya. Koordinasi dengan staf dan pejabat lain terus terjalin intens. Terutama melalui kanal digital yang dapat diakses dari mana saja.
Menanggapi isu bahwa ia sulit ditemui langsung oleh masyarakat atau pihak tertentu, Rizali kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menutup diri. Menurutnya, apabila ada keperluan khusus atau urusan pribadi yang mendesak, masyarakat tetap bisa menjumpainya sesuai mekanisme.
“Kalau ada yang ingin ketemu langsung, tentu bisa. Tapi saya pastikan tidak ada niat menghindar,” ujar dia.
Rizali juga menyampaikan bahwa keberadaan tiga Asisten Sekretaris Kabupaten di struktur pemerintahan menjadi penopang penting dalam memastikan roda pelayanan tidak terhambat meski ia sedang berada di luar daerah. Asisten I menangani urusan pemerintahan, Asisten II ekonomi dan pembangunan, Asisten III bidang administrasi.
“Jadi silakan masyarakat manfaatkan itu. Karena secara fungsi dan tupoksi, asisten tugasnya adalah mendukung kinerja dari Sekretaris Kabupaten,” jelasnya.
Terkait kritik dan sorotan publik, dari kalangan DPRD maupun warga, Rizali menyambutnya secara terbuka. Baginya, kritik bukanlah serangan, melainkan bentuk kepedulian terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Apalagi datangnya dari pejabat legislator, tentunya sangat positif, sebab mereka pastinya mewakili aspirasi masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kritik dan teguran tersebut. Itu saya anggap sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” ucapnya.
Penjelasan Rizali Hadi mencerminkan komitmen untuk tetap menjalankan amanah sebagai Seskab Kutim dengan penuh tanggung jawab. Di tengah berkembangnya narasi miring soal “menghilang”, ia tampil untuk meluruskan bahwa ketiadaan fisik bukan berarti ketiadaan fungsi. Dalam era digital dan tata kelola pemerintahan modern, kehadiran bisa bermakna lebih dari sekadar keberadaan secara fisik.
“Tidak ada maksud menghindar. Semua karena tanggung jawab pekerjaan,” tutupnya.