Kolaborasi TNI dan Pemkab Kutim Atasi Krisis Air di Pondok Pesantren

by
5 November 2025
36 views

TELUK PANDAN – Permasalahan air bersih di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur’an Nidaussunah yang telah berlangsung bertahun-tahun akhirnya teratasi berkat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125. Selain membangun sumur bor, program TMMD di ponpes ini juga melengkapi fasilitas dengan penampungan air berkapasitas 4.000 liter. Program ini merupakan kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Abdul Wahab, pengasuh pondok pesantren yang terletak di Desa Suka Rahmat, menyatakan bahwa sebelumnya para santri harus bergantung pada air sungai yang kerap tercemar limbah peternakan dari hulu. Dengan adanya program ini, kini mereka dapat menikmati akses air bersih yang layak dan aman setiap hari.

“Air itu tidak layak untuk bersuci, padahal itu kebutuhan dasar kami. Alhamdulillah, sekarang santriwati-santriwati kami sangat terbantu dengan adanya sumur bor dan penampungan air ini,” ungkap Abdul Wahab. Ia menambahkan bahwa rasa terima kasihnya datang dari hati yang paling dalam. Selain membangun infrastruktur air bersih, program TMMD juga melakukan perbaikan pada halaman pesantren seluas 416,12 meter persegi serta memasang listrik.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, beserta Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul dan perwakilan dari Kodam VI/Mulawarman, hadir dan menunjukkan perhatian lebih terhadap kegiatan pondok pesantren. Mereka berinteraksi langsung dengan para santri dan bahkan mengetes hafalan Al-Qur’an.

Dalam sambutannya, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan bahwa program TMMD sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Percepatan pembangunan wilayah melalui TMMD menjadi kunci untuk memastikan setiap warga dapat merasakan hasil pembangunan secara merata, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan vital seperti air bersih.

“Keberhasilan proyek di Ponpes Nidaussunah menjadi salah satu bukti nyata bahwa TMMD berperan penting dalam mewujudkan akselerasi pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil,” singkatnya.

Abdul Wahab juga menyampaikan bahwa adanya TMMD telah menambah motivasi para santri untuk membentuk karakter diri. Ia berharap pembenahan fasilitas umum seperti pondok pesantren dan fasilitas publik lainnya dapat terus berlanjut di masa depan. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Dorong Kinerja dan Inovasi, Delapan Pejabat Baru Resmi Dilantik di Kutim

Next Story

Anggota DPRD Kutim Saran Gratiskan Pendidikan Penuh sebagai Alternatif dari MBG