Kutim Tambah 36 Unit Starlink pada 2025, Layanan Internet Sekolah Kini Capai 227 Titik

by
11 November 2025
519 views

Kaltim Point, Kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperluas cakupan layanan internet sekolah melalui penambahan perangkat Starlink pada tahun 2025. Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim memastikan sebanyak 36 unit Starlink tambahan akan dipasang untuk memperkuat jaringan pendidikan berbasis digital.

Dengan penambahan ini, total titik layanan internet sekolah di Kutim mencapai 227 lokasi.

Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Staper Kutim, Sulisman, menjelaskan bahwa penambahan perangkat ini merespons tingginya kebutuhan internet di sekolah.

Menurutnya, pembelajaran digital kini telah menjadi standar baru di berbagai satuan pendidikan, membuat akses internet menjadi kebutuhan vital.

Sulisman menegaskan bahwa pemasangan unit baru ini akan menyasar sekolah-sekolah yang berada di wilayah dengan keterbatasan jaringan. Teknologi satelit Starlink dipilih untuk memastikan koneksi stabil tanpa bergantung pada ketersediaan kabel fiber optik.

“Tahun 2024 kita sudah memasang 191 unit dan tahun 2025 kita tambah 36 unit. Totalnya menjadi 227 titik layanan untuk sekolah dan fasilitas publik,” ujar Sulisman, Jumat (14/11/2025)

Ia juga menambahkan bahwa sosialisasi penggunaan perangkat kepada sekolah telah dilakukan guna memastikan pemanfaatannya optimal.

Sosialisasi ini mencakup tata kelola pemakaian, keamanan jaringan, dan pemeliharaan teknis dasar.

Selain sekolah, fasilitas publik seperti puskesmas, perpustakaan umum, rumah sakit, dan kantor koordinator wilayah pendidikan (Korwil) juga mendapatkan dukungan pemasangan Starlink.

Pemerintah ingin memastikan seluruh layanan publik berbasis digital dapat berjalan tanpa hambatan.

Diskominfo Kutim juga terus melakukan pemantauan rutin terhadap kualitas jaringan. Pemeriksaan berkala dilakukan untuk memastikan kapasitas dan kecepatan internet sesuai kebutuhan proses belajar mengajar.

“Penambahan ini merupakan langkah strategis memastikan akses pendidikan digital semakin merata dan berkualitas,” tutup Sulisman. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Belajar ke Jatim, Kutim Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Next Story

Puluhan ASN Kutim Melaju ke Tahap Asesmen dalam Seleksi JPT Pratama 2025