
Kutai Timur, Kaltimpoint.com — Kondisi akses menuju Tepian Langsat kembali menuntut perhatian serius setelah jembatan sementara di kawasan itu dinilai makin tidak layak dilalui. Anggota DPRD Kutai Timur, Masdari Kidang, meminta pemerintah daerah menjadikan pembangunan jembatan permanen sebagai salah satu agenda prioritas agar mobilitas warga tidak terus terganggu.
Dalam kegiatan reses, Masdari secara tegas menyebut bahwa kebutuhan infrastruktur di Tepian Langsat sudah berada pada titik mendesak. “Yang perlu diprioritaskan itu jembatan Tepian Langsat,” ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa jembatan tersebut menjadi satu-satunya jalur utama bagi warga untuk mengakses berbagai layanan dasar, termasuk pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi harian.
Warga di sekitar lokasi mengeluhkan bahwa kondisi jembatan darurat dan jalan menuju kawasan itu kerap memburuk ketika hujan turun. Lumpur tebal membuat kendaraan sulit bergerak, sementara struktur jembatan yang tidak stabil menambah risiko bagi pengguna jalan. “Kalau hujan nggak bisa dilewati,” ujar seorang warga yang berharap pemerintah tidak lagi menunda pembangunan jembatan permanen.
Situasi ini berdampak pada banyak hal: distribusi kebutuhan pokok tersendat, anak sekolah kesulitan berangkat pagi hari, hingga terganggunya perputaran hasil kebun dan pertanian masyarakat. Masdari menegaskan bahwa pemerintah daerah harus menaruh perhatian khusus karena persoalan tersebut berkaitan langsung dengan kesejahteraan warga desa.
Beberapa kali pemerintah desa telah mengajukan pembangunan jembatan melalui forum musrenbang, namun hingga kini belum ada realisasi di lapangan. Masdari memastikan bahwa pihaknya di DPRD siap mengawal usulan tersebut agar masuk dalam skala prioritas penganggaran tahun mendatang. Ia menilai kerja sama yang solid antara legislatif dan eksekutif diperlukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar.
Bagi masyarakat Tepian Langsat, jembatan permanen bukan hanya kebutuhan teknis, tetapi elemen penting yang menentukan keberlanjutan aktivitas sosial dan ekonomi mereka. Kondisi wilayah yang mudah terdampak cuaca membuat keberadaan jembatan yang kuat menjadi hal yang tidak bisa lagi ditunda.
Warga kini menanti langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memastikan akses utama ini tidak lagi terputus setiap musim hujan. Mereka percaya bahwa pembangunan jembatan permanen akan memberikan dampak signifikan bagi mobilitas dan peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat. (ADV)