Padi Mayas dan Tradisi: Sekurau Atas Menjadi Simbol Ketahanan Pangan Kutim

by
15 November 2025
563 views

BENGALON – Desa Persiapan Sekurau Atas, Kecamatan Bengalon, kembali dipenuhi riuh suara syukur. Warga Dayak Basap di desa itu melaksanakan tradisi pascapanen padi gunung varietas mayas, sebuah ritual yang lebih dari sekadar seremoni, melainkan representasi nyata ketahanan pangan yang lahir dari kearifan lokal.

Padi mayas, yang hanya ditanam sekali dalam setahun, tumbuh tanpa pupuk kimia dan tanpa alat berat. Kesuburannya dijaga melalui kerja gotong royong dan petuah leluhur. Dari 30 hektare ladang, gabah yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan warga sekaligus menjaga keseimbangan tanah.

“Kalau terus dipaksa, dia akan marah. Kami diajarkan menanam hanya sekali dalam setahun. Tanah juga butuh istirahat,” ungkap Pelaksana Tugas Kepala Desa Persiapan Sekurau Atas, Jamhari, sambil menekankan pentingnya kearifan lokal dalam pertanian.

Tradisi ini juga menjadi wadah kolaborasi dengan dunia usaha. PT Perkasa Inaka Kerta (PIK) mendapat apresiasi karena mendukung pemasaran hasil panen warga. “Kami tidak ingin panen hanya menjadi simbol syukur. Kami berharap perusahaan mau membeli atau membantu menjual,” tambah Jamhari.

Acara syukuran diawali dengan doa, diikuti makan bersama, dan dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tamu kehormatan. Bupati Kutai Timur H Ardiansyah Sulaiman duduk sejajar dengan warga, mendengar langsung cerita ladang dan harapan petani.

Ardiansyah menegaskan, ketahanan pangan tidak bisa dibangun dari ruang rapat saja. “Kemandirian pangan tumbuh dari masyarakat, dari ladang-ladang yang menyatu dengan alam dan adat,” katanya. Pemerintah daerah terus mendukung petani dengan pelatihan dan teknologi tepat guna, sejalan dengan program nasional kemandirian pangan.

Pemkab Kutim tengah menyiapkan 100 ribu hektare lahan pertanian baru, dengan 20 persen untuk padi sawah dan 80 persen untuk hortikultura. Namun bagi Ardiansyah, perluasan lahan harus berpadu dengan praktik lokal yang adaptif terhadap lingkungan.

Selain panen, Jamhari juga menyuarakan harapan agar Sekurau Atas segera menjadi desa definitif. Ardiansyah memastikan, 11 desa persiapan di Kutim, termasuk Sekurau Atas, sedang diproses legalisasinya dan ditargetkan definitif tahun 2025. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Usulan Proyek Multi Years Kontrak (MYC) Kutim 2026-2028: Fokus Jalan, Seriung Masuk, Jembatan Telen Lewat Skema Tahun Tunggal

Next Story

TPID Kutim 2025–2027: Sinergi dan Infrastruktur Jadi Kunci Pengendalian Inflasi