SANGATTA – Ratusan generasi muda Kutai Timur mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Batch 2. Acara yang dibuka oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman di Aula BLK Industri Mandiri, Jumat (14/11/2025), menjadi momentum untuk mendorong kaum muda agar tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga pengusaha dan manajer masa depan.
Bupati Ardiansyah menekankan bahwa PBK merupakan strategi utama pemerintah daerah untuk mengelola bonus demografi. Jika generasi muda tidak dibekali kompetensi, kata dia, bonus demografi bisa berubah menjadi “bom waktu.” Ia menargetkan perekrutan 50 ribu tenaga kerja, bahkan Wabup mendorong agar jumlahnya meningkat menjadi 100 ribu.
“Jangan selamanya menjadi yang disuruh, saatnya menjadi yang menyuruh,” pesan Bupati kepada peserta. Pernyataan ini menegaskan bahwa tujuan pelatihan bukan sekadar meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan mental kepemimpinan.
Roma Malau, Kadistransnaker Kutim, menjelaskan bahwa BLKI Mandiri telah melaksanakan 18 paket pelatihan sepanjang 2025, dengan total peserta 288 orang. Saat ini, 10 paket masih berjalan, melibatkan 160 peserta. Materi pelatihan beragam, mulai dari operator alat berat, mekanik, welder, hingga manajemen bisnis, menjahit, dan desain grafis.
Setelah pelatihan, peserta diharapkan mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat BNSP, yang menjadi syarat penting memasuki dunia industri. Dengan demikian, PBK tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga peluang karier yang konkret, sekaligus mengokohkan posisi Kutim sebagai daerah dengan tenaga kerja kompeten dan produktif. (ADV/ProkopimKutim/KP)