Kaltim Point, Kutim – Pemerintah Kecamatan Telen terus berupaya mempercepat pembangunan jalan poros menuju Batu Redi, salah satu akses utama penghubung antar desa di wilayah pedalaman Kutai Timur (Kutim). Meski sempat mengalami hambatan teknis, proyek tersebut kini tetap berjalan secara bertahap demi memperlancar aktivitas masyarakat.
Camat Telen, Petrus Ivung, menjelaskan bahwa proyek peningkatan jalan Batu Redi merupakan bagian dari program pembangunan tahun 2023–2024 dengan total panjang rencana enam kilometer. Namun, hingga saat ini baru terealisasi sekitar empat kilometer, karena kondisi lapangan yang menantang.
“Awalnya target enam kilometer, tapi karena situasi di lapangan cukup berat dan faktor cuaca, yang bisa dikerjakan baru empat kilometer,” ujar Petrus Ivung, Sabtu (15/11/2025)
Wilayah Batu Redi memiliki kondisi tanah berpasir dan rawan banjir, sehingga pengerjaan konstruksi tidak bisa dilakukan cepat. Ketika musim hujan datang, air sering menggenangi badan jalan, bahkan menyulitkan alat berat untuk beroperasi. Faktor inilah yang membuat progres pembangunan sedikit tertunda dari target awal.
Selain kendala alam, sebagian ruas jalan juga melewati kawasan tertentu yang memerlukan koordinasi lintas instansi sebelum pengerjaan bisa dilanjutkan.
Petrus menyebut pihaknya sudah berencana menggelar pertemuan bersama seluruh kepala desa dan perusahaan yang beroperasi di sekitar jalur tersebut untuk mencari solusi bersama.
“Dalam waktu dekat kami akan kumpulkan para kepala desa dan pihak perusahaan agar bisa membantu membuka akses jalan. Karena bagaimanapun, jalan ini juga mendukung kegiatan masyarakat dan perusahaan,” jelasnya.
Berdasarkan informasi sementara, pembangunan tahun ini akan difokuskan pada penambahan sekitar satu kilometer jalan beton dari sisi bawah, melanjutkan progres sebelumnya. Dengan demikian, total jalan yang sudah dapat dilalui diperkirakan mencapai lebih dari lima kilometer hingga akhir tahun 2025.
Meski belum sepenuhnya tuntas, pembangunan yang sudah berjalan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kini, warga mulai bisa mengakses jalan dengan lebih mudah untuk membawa hasil pertanian maupun keperluan sehari-hari.
Pemerintah Kecamatan Telen pun berkomitmen mendorong agar proyek ini tetap mendapat prioritas dalam program pembangunan berikutnya.
“Yang penting jalannya sudah bisa dilewati, dan tiap tahun ada progres. Kita harap ke depan akses menuju Batu Redi semakin terbuka dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Petrus.
Dengan langkah bertahap tersebut, pembangunan jalan Batu Redi diharapkan menjadi awal pemerataan infrastruktur di wilayah Telen, membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekaligus memperkuat konektivitas antar desa di pedalaman Kutim. (ADV)