Pemkab Kutim Dorong Sinergi CSR Perusahaan Migas Berbasis Kearifan Lokal

by
16 November 2025
508 views

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan hal ini saat menerima audiensi SKK Migas Kalsul dan Pertamina EP Sangatta di Ruang Kerja Bupati, belum lama ini.

Pertemuan tersebut menyoroti berbagai program corporate social responsibility (CSR) yang berbasis potensi lokal, salah satunya pengembangan bank sampah di Sangatta Selatan (Sangsel). Bank sampah ini kini menjadi pusat pengelolaan sampah terintegrasi, dengan inovasi mengubah sampah plastik menjadi produk bernilai tambah.

“Bank sampah di Sangatta Selatan ini memiliki potensi besar. Mereka sudah bekerja sama dengan mitra pengolahan plastik, bahkan memiliki mesin untuk mengolah biji plastik. Sekarang, kami kembangkan lagi menjadi mesin pembuat manik-manik,” ujar Ardiansyah. Ia menambahkan, inovasi ini sekaligus melestarikan budaya Dayak melalui pemanfaatan bahan daur ulang.

Menurut laporan pengelola, proses perakitan mesin pembuat manik-manik dari plastik daur ulang tengah berlangsung. Program ini menjadi satu-satunya inovasi sejenis di Kutim. Bupati Ardiansyah menekankan pentingnya perlindungan hak cipta agar inovasi masyarakat tidak disalahgunakan pihak lain.

Selain itu, sekitar 100 Unit Pengelola Sampah (UPS) telah terbentuk di berbagai RT dengan dukungan perusahaan yang menyerahkan sampah plastiknya ke lokasi pengolahan. Pertamina juga menyampaikan komitmennya untuk terus menyediakan sarana pemilahan sampah serta mendukung pengembangan program ini secara berkelanjutan.

Bupati Ardiansyah berharap program pengelolaan sampah ini dapat diintegrasikan dengan rencana kerja pemerintah daerah di tahun mendatang. “Mumpung menjelang akhir tahun, program seperti ini bisa kita sinergikan untuk rencana tahun depan. Supaya semua bergerak bersama,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Kutim tidak hanya memperkuat tata kelola lingkungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui inovasi yang berpijak pada kearifan lokal dan budaya. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Bupati Kutim Tegaskan Pendidikan PAUD hingga SMA Gratis Lewat Wajib Belajar 13 Tahun

Next Story

Bupati Ardiansyah Resmi Tutup Festival Magic Land Kutai Timur 2025