SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) secara resmi meluncurkan Program Terpadu Pembangunan dan Peningkatan Rumah Tidak Layak Huni (Pro Pada Rutilahu). Program ini bertujuan menyediakan perumahan layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dengan target membangun 1.000 rumah layak huni.
“Program ini menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama mereka yang tinggal di rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan huni,” jelas Mohammad Noor, Kepala Bidang Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kutim, mewakili Kepala Dinas Ahmad Iip Makrup.
Pro Pada Rutilahu dijalankan menggunakan pendekatan terpadu dan kolaboratif. Dimulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga kelompok kerja perumahan dan kawasan permukiman (Pokja PKP), seluruh pemangku kepentingan dilibatkan. Pendataan dilakukan hingga ke tingkat RT untuk memastikan program ini menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.
“Sejak diluncurkan, program ini sudah memberikan solusi pendataan yang komprehensif. Ini bukan hanya soal membangun rumah baru, tetapi memastikan bahwa pembangunan berjalan tepat sasaran dan berdampak nyata,” lanjut Mohammad Noor.
Dalam Renstra Perubahan 2021–2026, Pro Pada Rutilahu ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka menengah Kutim. Program ini tidak hanya mendukung agenda kabupaten, tetapi juga relevan dengan program pembangunan nasional. Keterlibatan lintas sektor dan semangat keberlanjutan menjadikan program ini bukan sekadar proyek satu-dua tahun. Ia merupakan investasi jangka panjang dalam menata ruang hidup warga miskin yang selama ini berada di pinggir pembangunan.
“Pelaksanaan Pro Pada Rutilahu diharapkan dapat mendorong percepatan penanganan kemiskinan, pemerataan pembangunan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kutai Timur,” tutupnya.
Pro Pada Rutilahu diharapkan dapat meningkatkan martabat manusia Kutim dengan menyediakan hunian yang layak sebagai tempat keluarga bertumbuh. Rumah yang layak huni, tempat anak-anak dibesarkan, dapat menjadi fondasi bagi masa depan Kutim yang lebih cerah. (ADV/ProkopimKutim/KP)