Kaltim Point, Kutim – Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan terus memperkuat tata kelola pelayanan publik melalui pembenahan data kependudukan serta optimalisasi potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar dan parkir. Plt. Camat Sangatta Selatan, Rusmiati SE, menegaskan bahwa kedua langkah ini merupakan fondasi penting dalam peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
Rusmiati mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pembaruan profil kecamatan dan profil RT secara menyeluruh. Langkah ini dilakukan karena data kependudukan sering berubah akibat mobilitas warga, seperti keluar-masuk penduduk, kematian, dan kelahiran. Pembaruan ini diperlukan agar perencanaan pembangunan lebih akurat dan tepat sasaran.
“Data yang valid adalah kunci perencanaan. Kalau datanya tidak akurat, program pemerintah bisa salah sasaran,” ujar Rusmiati, Selasa (18/11/2025)
Ia menjelaskan bahwa pemerintah kecamatan tengah mendorong pemerintah desa dan ketua RT memperbarui data secara berkala.
Bahkan, pihaknya telah memberikan pendampingan untuk memastikan setiap RT memahami cara mendata dan melaporkan perubahan demografi dengan benar.
Selain pembenahan data, Rusmiati juga menyoroti pentingnya optimalisasi PAD dari sektor pasar dan parkir. Menurutnya, potensi tersebut selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal karena belum memiliki sistem pengelolaan yang jelas dan terstruktur.
Banyak pungutan parkir yang dilakukan tanpa koordinasi sehingga tidak masuk ke kas daerah.
“Parkir ini harus jelas siapa yang menarik dan untuk kepentingan apa. Kalau dikelola baik, parkir bisa menjadi pemasukan besar bagi daerah,” tegasnya.
Ia mencontohkan daerah-daerah lain seperti Bojonegoro yang mampu meningkatkan PAD secara signifikan hanya dari pengelolaan parkir yang tertib dan resmi.
Rusmiati berharap Sangatta Selatan dapat meniru kesuksesan tersebut dengan melakukan kolaborasi bersama Bapenda Kutim agar regulasinya lebih solid.
Tak hanya parkir, kondisi pasar di wilayah Sangatta Selatan juga perlu perhatian serius. Menurut Rusmiati, banyak pedagang dan masyarakat mengeluhkan infrastruktur pasar yang kurang memadai.
Ia berharap OPD terkait seperti Disperindag Kutim bisa segera melakukan pembenahan agar aktivitas ekonomi masyarakat semakin produktif.
Rusmiati menegaskan bahwa pembenahan data dan optimalisasi PAD bukan hanya soal administrasi, tetapi merupakan bagian dari peningkatan pelayanan publik untuk masyarakat Sangatta Selatan.
“Kami ingin Sangatta Selatan tidak hanya maju dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari sisi tata kelola dan pelayanan publik. Semua dimulai dari data dan pengelolaan yang benar,” tutupnya. (ADV)