SANGKULIRANG – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mulai serius menjadikan film sebagai medium baru promosi pariwisata. Langkah itu tampak dalam peluncuran film pendek Berlayar Bersama Bapak yang menjadikan Pulau Miang sebagai latar utama cerita.
Diproduksi Layarsinemakutim bersama Dinas Pariwisata Kutai Timur, film ini digarap sutradara Retno Krismayanti dengan Asep Firmansyah sebagai produser. Alih-alih menjejalkan slogan promosi wisata, mereka memilih membangun narasi intim tentang hubungan seorang ayah dan anak nelayan di pesisir.
Kisah keluarga itu bergerak pelan, dengan banyak ruang bagi penonton untuk menyimak lanskap alam sekitar: bentang pasir putih, laut yang bening, perahu kayu yang bersandar di bibir pantai, hingga sekilas kehidupan bawah laut yang direkam dari jarak dekat. Visualnya menjadikan Pulau Miang tak sekadar latar, melainkan karakter yang hidup.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyebut film ini sebagai “wajah lain” promosi wisata daerah. Ia menilai pendekatan emosional lebih efektif mengajak orang datang. “Berlayar Bersama Bapak tidak hanya menampilkan panorama Pulau Miang, tetapi juga perasaan yang menyertai. Itu yang membuat orang tergerak ingin berkunjung,” kata Ardiansyah.
Retno Krismayanti mengungkapkan, tim produksi sejak awal memang mengincar Pulau Miang sebagai lokasi utama. Mereka mengejar suasana alam yang masih relatif perawan, sekaligus keseharian warga pesisir yang belum tergerus pariwisata massal. “Kami ingin penonton merasa hadir di kampung nelayan dan merasakan langsung dilema, harapan, dan akar tradisi mereka,” ujarnya.
Menurut Retno, film ini juga menyisipkan pesan tentang pelestarian lingkungan laut dan kearifan lokal yang menjaga keseimbangan alam. Pengambilan gambar dilakukan dengan meminimalkan gangguan terhadap ekosistem, sejalan dengan pesan yang hendak disampaikan film.
Melalui Berlayar Bersama Bapak, Pulau Miang diposisikan bukan cuma sebagai tempat liburan, tapi ruang pertemuan antara memori, keluarga, dan identitas masyarakat pesisir. Film ini menjadi penanda bahwa industri kreatif lokal mulai mengambil peran lebih besar dalam mengisahkan dan memasarkan wajah baru pariwisata Kutai Timur. (ADV/ProkopimKutim/KP)