BENGALON — Desa Sekerat di Kecamatan Bengalon kini memiliki peluang menjadi destinasi paralayang bertaraf nasional. Bukit Dusun Mampang resmi dibuka untuk olahraga udara, dengan dukungan penuh Bupati Kutai Timur, H. Ardiansyah Sulaiman.
Dalam dialog santai bersama komunitas paralayang, Arman Mando menyampaikan sejumlah kebutuhan teknis. “Akses jalan dan landasan take off harus sesuai standar. Untuk kompetisi nasional, ketinggian 250 meter cukup, sedangkan internasional membutuhkan 350 meter,” jelasnya. Selain itu, komunitas mengusulkan sekolah pilot paralayang untuk mendidik atlet dan memberdayakan warga lokal.
Bupati Ardiansyah menegaskan, potensi alam dan geografis Sekerat sangat mendukung pengembangan olahraga paralayang. “Jika fasilitas memadai, Sekerat bisa menjadi destinasi paralayang favorit di Indonesia timur, setara dengan Kota Batu,” ujar beliau.
Festival Sekerat 2025 yang berlangsung 23–26 Oktober menjadi momentum strategis. Atlet profesional telah melakukan tiga kali uji kelayakan, memastikan keamanan dan kualitas lokasi. Masyarakat dapat merasakan terbang tandem dengan biaya Rp400 ribu per orang, durasi 5–7 menit, dengan berat badan 25–90 kilogram. Ojek gratis juga disediakan untuk mengantar peserta ke titik take off.
Pemandangan dari udara memukau: pantai, sawah, dan matahari terbenam berpadu dalam panorama spektakuler. Meski fasilitas telah siap, masih diperlukan pembangunan shelter, pengamanan area, dan perbaikan akses jalan untuk mendukung kenyamanan wisatawan.
Dengan kolaborasi pemerintah, komunitas olahraga, dan masyarakat, Sekerat mulai menegaskan diri sebagai ikon wisata langit Kalimantan Timur. Parasut yang terbuka di udara menjadi simbol semangat baru Kutim untuk menembus batas dan meraih masa depan pariwisata dirgantara yang lebih gemilang. (ADV/ProkopimKutim/KP)