Dari Fondasi hingga Harapan: Gereja Toraja Jemaat Prima Jadi Ikon Kebersamaan Kutim

by
23 November 2025
561 views

SANGATTA, KUTIM – Sebuah batu pertama ditempatkan di tanah yang akan menjadi rumah ibadah baru Gereja Toraja Jemaat Prima Sangatta (GT JPS) pada Kamis (13/11/2025). Di balik prosesi yang tampak sederhana itu tersimpan kisah panjang tentang iman, kebersamaan, dan harapan warga Kutim. Prosesi ini lebih dari sekadar ritual; ia menjadi tanda hidupnya nilai sosial dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

Ratusan jemaat dan sejumlah tokoh daerah hadir, termasuk Ketua DPRD Kutim Jimmi, Wakil Ketua DPRD Sayid Anjas, serta pengurus Klasis Kutim. Suasana syukur dan haru membaur dengan kidung dan doa. Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman menekankan pentingnya rumah ibadah ini sebagai cerminan modal sosial daerah yang kaya akan keberagaman.

“Kehadiran rumah ibadah ini menegaskan bahwa keberagaman bukan sekadar fakta demografis, tapi modal besar kita dalam membangun daerah,” ujarnya. Ardiansyah menambahkan, Kutim memiliki sumber daya manusia unggul, alam yang melimpah, dan semangat gotong royong masyarakat sebagai modal pembangunan. Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan hasil pembangunan, seiring pertumbuhan ekonomi daerah yang signifikan.

Ketua Panitia Pembangunan GT JPS, dr Tity Novel Paembonan, menuturkan rasa syukur atas dukungan seluruh pihak. “Ini hari bersejarah bagi jemaat. Peletakan batu pertama menandai perjalanan baru, hasil kerja bersama antara jemaat, pemerintah, dan masyarakat,” ujarnya.

Gereja yang direncanakan selesai dalam tiga hingga empat tahun ini dibangun dengan luas 45 x 36 meter, kapasitas 2.200 orang, dan anggaran total sekitar Rp 42–43 miliar. Pemerintah Kutim menggelontorkan lebih dari Rp 8 miliar untuk tahap awal, termasuk pekerjaan fondasi dan kolom.

Selain menjadi pusat ibadah, GT JPS diharapkan menjadi simbol persaudaraan, kesalehan sosial, dan toleransi yang terus dirawat oleh masyarakat Kutim. Bangunan ini bukan hanya fisik, tetapi juga fondasi spiritual dan sosial, yang menautkan kembali semangat kebersamaan di tengah pluralitas Kutim. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

PBK Batch 2 Kutim: Menyiapkan Generasi Muda “Naik Kelas”

Next Story

Lindungi Pekerja Rentan, Kutim Biayai Premi BPJS Ketenagakerjaan 95 Ribu Orang