Kaltim Point, Kutim — Pemerataan jaringan internet di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus digenjot. Untuk mempercepat proses tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim menjalin kemitraan strategis dengan berbagai penyedia layanan internet (provider) guna memperluas jangkauan konektivitas hingga ke pelosok daerah.
Langkah kolaboratif ini merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Kabupaten Kutim dalam mewujudkan keadilan digital bagi seluruh warganya, terutama masyarakat di daerah terpencil yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses jaringan. Pemerintah berkomitmen agar transformasi digital tidak hanya dirasakan di perkotaan, tetapi juga di seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Diskominfo Staper Kutim, Roni Bonar, menjelaskan bahwa kerja sama ini menjadi kunci penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur komunikasi di wilayah Kutim yang sangat luas.
Melalui sinergi dengan sektor swasta, diharapkan pemerataan jaringan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, kami berkolaborasi dengan para provider agar wilayah yang belum terjangkau sinyal bisa segera terkoneksi,” ujar Roni Bonar, Jumat (14/11/2025)
Sinergi antara pemerintah dan swasta sangat dibutuhkan, mengingat kondisi geografis Kutim yang menantang dengan jarak antarwilayah yang cukup jauh.
Dengan keterlibatan penyedia layanan internet, proses pembangunan jaringan dapat dilakukan secara lebih efisien dan terarah sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kita ingin agar masyarakat di perdesaan juga bisa merasakan kemerdekaan digital. Artinya, mereka bisa mengakses informasi, belajar, dan berusaha dengan fasilitas yang sama seperti warga kota,” tegasnya.
Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada perluasan jangkauan internet, tetapi juga diharapkan dapat menjadi pondasi bagi pengembangan ekonomi digital, pendidikan daring, dan pelayanan publik berbasis data di seluruh wilayah Kutim.
Dengan akses internet yang merata, masyarakat desa dapat lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan peluang ekonomi baru.
Pemerintah Kutim melalui Diskominfo Staper terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak, baik penyedia layanan maupun lembaga pendidikan dan komunitas masyarakat.
Upaya bersama ini diharapkan mampu memperkecil kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan, serta menjadi langkah nyata menuju Kutim yang lebih terkoneksi, inklusif, dan berdaya saing digital. (ADV)