Investasi Batu Bara Masuk Muara Wahau, Pemkab Kutim Buka Pintu

by
17 Juli 2026
1 min read

SANGATTA – Rencana investasi batu bara PT Bhakti Energi Persada (BEP) di Muara Wahau kembali bergerak setelah bertahun-tahun belum memasuki tahap produksi. Dalam audiensi dengan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, perusahaan menyampaikan rencana pembangunan stockpile di Desa Jak Luay sebagai bagian dari persiapan operasional dan pemenuhan dokumen lingkungan.

Bagi pemerintah daerah, investasi ini dipandang sebagai peluang ekonomi. Ardiansyah menyatakan dukungan selama prosesnya mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku. Ia menilai proyek tersebut berpotensi membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Kutai Timur.

Namun di balik dukungan itu, perusahaan mengakui proyek belum sepenuhnya siap berjalan. Direktur PT BEP Murodi mengatakan, perusahaan memiliki cadangan batu bara yang besar, tetapi terkendala jalan hauling sepanjang sekitar 120 kilometer yang belum selesai dibangun.

Menurut Murodi, izin usaha pertambangan telah terbit sejak 2014. Meski demikian, hingga 2026 perusahaan belum memulai operasi komersial. Hambatan bukan hanya soal infrastruktur, melainkan juga kualitas batu bara yang berkadar sekitar 3.200 kcal, sehingga biaya pengangkutan dan operasional menjadi lebih tinggi.

Perusahaan menyebut kelayakan investasi sangat bergantung pada harga batu bara dunia. Jika harga membaik, pembangunan jalan hauling dinilai lebih masuk akal secara ekonomi.

Target operasi dipasang dalam tiga tahun ke depan. Artinya, masa depan proyek ini tidak hanya ditentukan oleh dukungan pemerintah daerah, tetapi juga oleh kombinasi faktor pasar, infrastruktur, dan perhitungan keekonomian yang hingga kini belum sepenuhnya terjawab. (ADV/ProkopimKutim/KP)

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Genjot Serapan Gabah Petani Kutim, DPRD Setuju Hibah Lahan untuk Gudang Bulog

Next Story

DPRD Kutim Ketok Palu Hibah Lahan, Gudang Pascapanen Segera Dibangun