Anggota DPRD Kutim Saran Gratiskan Pendidikan Penuh sebagai Alternatif dari MBG

by
5 November 2025
509 views

SANGATTA – Yulianus Palangiran, anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur, menyoroti berbagai persoalan yang muncul seputar program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengungkapkan keprihatinannya atas besarnya anggaran yang dihabiskan serta polarisasi di masyarakat yang ditimbulkan oleh implementasi program tersebut.

“Kalau saya secara pribadi menghitung-hitung, mengalkulasi sungguh luar biasa anggaran yang habis oleh program MBG,” ujarnya.

Lebih lanjut, politisi dari Partai NasDem itu mencatat bahwa dalam masyarakat secara nasional terdapat pro dan kontra. Ia menambahkan bahwa tak jarang ditemui orang tua siswa yang menolak anaknya mengikuti kegiatan MBG. Situasi ini, menurutnya, memerlukan pertimbangan serius dari pihak terkait.

Meski menyadari bahwa MBG merupakan bagian dari misi dan visi program presiden terpilih, Yulianus menawarkan solusi alternatif yang ia anggap lebih efektif dan tepat sasaran mengganti program MBG.

“Alangkah lebih bagusnya menurut saya MBG diganti dengan menggratiskan full semua biaya dari mulai sarana dan prasarana tingkat TK, SD, SMP, dan seterusnya. Mungkin itu lebih efektif dibanding MBG,” sarannya.

Ia juga mengkritik ketidaksamaan dalam pelaksanaan MBG. Program ini, menurut pengamatannya, tidak berjalan seragam di semua daerah. Ketidakkonsistenan ini dinilai menimbulkan masalah dan ketidakpuasan.

Yulianus menambahkan bahwa di beberapa provinsi, pelaksanaan MBG justru memunculkan berbagai persoalan yang berujung pada keresahan di masyarakat.

“Yang sudah terlaksana ini di beberapa Provinsi kita di Indonesia, ‘kan, banyak masalah yang muncul. Akhirnya membuat resah gelisah dan kata-kata sumbang yang sesungguhnya tidak perlu didengarkan oleh seluruh masyarakat. Terutama munculnya korban jiwa keracunan MBG,” pungkasnya.

Ia berharap evaluasi mendalam dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif dan menemukan format program yang tepat guna serta dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Kolaborasi TNI dan Pemkab Kutim Atasi Krisis Air di Pondok Pesantren

Next Story

RIP KEHATI: Komitmen Kutim Kelola Lingkungan Berkelanjutan

Don't Miss