SANGATTA – Dalam rangka menyempurnakan rencana tata kelola lingkungan Kutai Timur (Kutim) yang berkelanjutan, Dinas Lingkungan Hidup menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) tahap II dengan mengundang akademisi. Bertempat di Pelangi Room, Hotel Royal Victoria, DLH Kutim menggandeng Pusat Studi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (PSLH-SDA) LP2M Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. FGD ini diikuti oleh 55 peserta dari unsur pemerintah, akademisi, pemerintah kecamatan, hingga pelaku pembangunan.
Rangkaian FGD yang dilakukan nantinya akan bermuara pada dokumen Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP KEHATI) Kutim. Nantinya, penyusunan RIP KEHATI dilakukan secara sistematis, mulai dari pengumpulan data, analisis, perumusan visi-misi, rencana aksi, hingga integrasi dengan RPJMD.
“RIP KEHATI ini diharapkan menjadi instrumen penting pengelolaan keanekaragaman hayati secara terpadu, serta menjadi pedoman bagi sektor swasta dan perusahaan dalam pengelolaan keanekaragaman hayati sesuai instruksi presiden,” ujar Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, ketika membuka acara.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya dalam menjaga dan mengelola keanekaragaman hayati sesuai amanat peraturan nasional, sekaligus memastikan manfaat ekologisnya berkelanjutan bagi masyarakat Kutim. Dengan adanya RIP KEHATI, Kutim dapat menangkap peluang dan memiliki dasar penyusunan yang menjadi tanggung jawab bersama dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
“Rencana induk ini menjadi bagian penting dalam mengintegrasikan dokumen perencanaan lainnya sesuai amanah undang-undang. Kita cermati apa yang kurang, kita sempurnakan,” tegas Noviari Noor. FGD ini menjadi bagian dari tahapan penyusunan dan penyempurnaan rencana induk, sehingga didapatkan dokumen acuan yang komprehensif.
Sementara itu, Ketua Panitia FGD yang juga Kepala DLH Kutim, Aji Widhaya Effendi, melaporkan bahwa RIP KEHATI disusun sebagai dokumen kerangka penyusunan lima tahun yang akan menjadi dasar pengelolaan terpadu keanekaragaman hayati dengan melibatkan berbagai stakeholder. Kegiatan penyusunan RIP KEHATI ini merupakan swadaya DLH Kutim yang bekerja sama dengan LP2M Unmul, dengan target waktu penyelesaian selama empat bulan. (ADV/ProkopimKutim/KP)