Antisipasi Banjir, Warga Sangatta Utara Diajak Rutin Bersihkan Parit dan Jalan

by
23 Agustus 2026
1 min read

SANGATTA — Ancaman genangan dan banjir di tengah perubahan cuaca menjadi salah satu alasan warga Sangatta Utara, Kutai Timur, kembali digerakkan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Melalui aksi Jumat Bersih (KJB), pemerintah mengajak masyarakat memastikan sampah tidak menumpuk di parit, jalan, maupun sekitar permukiman.

Aksi gotong royong tersebut berlangsung di Desa Persiapan Singa Karta dan melibatkan Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara, Desa Persiapan Singa Karta, serta Pokja 3 TP PKK Kutim. Kegiatan turut dirangkaikan dengan sosialisasi pola hidup sehat.

Sejumlah instansi dan kelompok ikut turun ke lapangan, antara lain Dinas Kesehatan, UPT Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup, Forkopimcam, mahasiswa STIE Nusantara, dan siswa SMK Muhammadiyah. Perusahaan seperti Hotel Royal Victoria, PT KPC, dan PT PAMA juga ambil bagian bersama warga di RT 15 dan RT 28.

Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah Ardiansyah mengatakan kebiasaan menjaga kebersihan harus dibangun bersama. Menurut dia, sampah yang menyumbat saluran air dapat memperbesar risiko munculnya genangan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Kita harus memastikan parit dan badan jalan bebas dari sumbatan sampah,” ujar Siti Robiah.

Selain persoalan lingkungan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pemerintah untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan melihat kondisi pembangunan di tingkat RT maupun desa.

Camat Sangatta Utara Hasdiah Dohi menjelaskan KJB telah menjadi agenda mingguan yang dilaksanakan di empat desa dan satu kelurahan definitif. Program itu kini mencakup tiga desa persiapan, termasuk Singa Karta.

Pelaksanaan kali ini juga bertepatan dengan peringatan satu tahun Desa Persiapan Singa Karta pada 12 Agustus. Desa tersebut masih berstatus menginduk pada Desa Sangatta Utara dan tengah menjalani proses persiapan menuju desa definitif.

Hasdiah berharap kegiatan rutin tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi membangun kepedulian warga terhadap lingkungan secara berkelanjutan. (ADV/ProkopimKutim/KP)

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Lamin Adat Rindang Benua Diproyeksikan Jadi Sentra Budaya dan Wisata

Next Story

Polisi Kutim: Warga Masih Bakar Ranting di Tengah Ancaman Karhutla