Dari Paket C hingga Beasiswa, Kutim Buka Jalan Pendidikan bagi Anak yang Putus Sekolah

by
11 Agustus 2026
1 min read

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan jalur pendidikan formal dan nonformal untuk memastikan anak yang tidak sekolah tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim menangani persoalan anak tidak sekolah (ATS).

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan penanganan ATS tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Setelah data dihimpun, pemerintah perlu memastikan kondisi anak melalui verifikasi di tingkat desa sebelum menentukan bentuk intervensi yang tepat.

“Bapak dan ibu bisa menemukan anak tidak sekolah dan mengarahkan mereka mendapatkan pendidikan, suatu saat perantara ini bisa melahirkan pemimpin atau orang-orang sukses,” kata Mulyono saat menutup Bimbingan Teknis Sosialisasi dan Advokasi Penanganan ATS di Ballroom Hotel Five Styles Kutai Permai.

Sebanyak 83 guru dari sembilan kecamatan mengikuti kegiatan tersebut. Wilayah yang terlibat meliputi Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Teluk Pandan, Rantau Pulung, Kaubun, Kaliorang, Sangkulirang, Bengalon, dan Karangan.

Mulyono menjelaskan, anak yang masih berada dalam usia sekolah akan diarahkan kembali ke sekolah formal. Adapun mereka yang telah melewati usia sekolah dapat mengikuti pendidikan nonformal melalui program kesetaraan.

Ia memastikan ijazah pendidikan nonformal, termasuk Paket C, diakui secara hukum dan dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Mulyono juga menyinggung keberhasilan 50 anak muda Kutim yang tahun ini diterima di sejumlah perguruan tinggi negeri, seperti UI, UGM, IPB, Unpad, Universitas Brawijaya, dan ITS melalui dukungan beasiswa daerah.

Ke depan, Disdikbud berencana menyusun regulasi untuk memberikan apresiasi kepada operator desa, pendamping, dan pamong belajar yang aktif menangani ATS. Langkah itu diharapkan memperkuat kerja lapangan sekaligus mempercepat penurunan jumlah anak tidak sekolah di Kutim. (ADV/ProkopimKutim/KP)

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Jatung Utang Jadi Jembatan Keakraban Bupati dan Wabup Kutim di Festival UFAH

Next Story

3.000 PNS Kutim Ikut Asesmen, Manajemen Talenta Tunggu Implementasi