Dinkes Kutim Targetkan Perluasan IVA Test dan Vaksin HPV

by
13 Agustus 2026
1 min read

SANGATTA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim) mendorong perluasan pemeriksaan IVA test di seluruh wilayah melalui puskesmas. Upaya tersebut dibarengi edukasi mengenai vaksin Human Papillomavirus (HPV) sebagai strategi pencegahan kanker serviks.

Kepala Dinkes Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan screening kanker leher rahim menjadi bagian dari program nasional untuk menekan angka kematian akibat penyakit tersebut.

“Program ini memang masuk program nasional untuk menurunkan angka kematian akibat kanker serviks,” kata Yuwana.

Edukasi mengenai pencegahan kanker serviks juga diberikan dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr Sandri, dalam sosialisasi di Aula Dinkes Kutim. Ia menjelaskan kanker serviks berkaitan erat dengan infeksi HPV sehingga vaksinasi memiliki peran penting dalam pencegahan.

Sandri mengatakan vaksin HPV direkomendasikan WHO dan aman diberikan kepada anak serta perempuan usia subur. Ia menyebut WHO menargetkan cakupan vaksinasi HPV yang tinggi pada anak laki-laki dan perempuan.

Pertanyaan mengenai efek samping vaksin menjadi salah satu perhatian peserta. Sandri menegaskan vaksin HPV pada anak aman dan telah direkomendasikan secara internasional.

Untuk pemberiannya, vaksin diberikan dalam tiga dosis. Suntikan kedua dilakukan empat minggu setelah dosis pertama, sedangkan dosis ketiga diberikan lima bulan kemudian. Booster dapat dipertimbangkan lima sampai 10 tahun setelah rangkaian awal.

Namun, vaksinasi bukan pengganti screening. Sandri tetap menganjurkan IVA test atau pap smear untuk mengetahui adanya lesi prakanker. Pemeriksaan menjadi penting karena penanganan akan berbeda ketika kelainan sudah ditemukan.

“Kalau sudah muncul gejala atau lesi prakanker, fokusnya bukan lagi pencegahan, tetapi pengobatan yang tentu jauh lebih mahal,” ujarnya.

Sandri berharap upaya tersebut menghasilkan peningkatan cakupan pemeriksaan dan vaksinasi. Ia menargetkan dalam satu tahun 100 persen perempuan usia subur di Kutim telah menjalani IVA test, sementara 75 persen di antaranya mendapat vaksin HPV.

Target itu diharapkan memperkuat pencegahan kanker serviks sekaligus meningkatkan kesadaran perempuan terhadap kesehatan reproduksi. (ADV/ProkopimKutim/KP)

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Pemkab Kutim Siapkan Sidak Sekolah yang Diduga Wajibkan Pembelian Seragam

Next Story

Menyumpit dan Sembilan Tarian Kayan Warnai Festival UFAH di Miau Baru