OSB Kutim Pertahankan Budaya Lintas Generasi

by
14 Agustus 2026
1 min read

SANGATTA — Seni menjadi salah satu ruang yang mempertemukan beragam identitas masyarakat di Kutai Timur. Kondisi itu coba terus dirawat Odah Seni Betuah (OSB) dengan menghadirkan ruang belajar dan berkesenian bagi masyarakat secara terbuka, termasuk melalui pelatihan teater gratis yang kembali digelar di Aula OSB Kutim.

Didirikan Padliyansyah pada 4 Desember 2014, OSB sejak awal tidak hanya diarahkan sebagai wadah pertunjukan. Komunitas tersebut juga menjadi tempat pembinaan bagi pelaku seni senior sekaligus anak muda yang ingin mengenal tradisi dan mengasah kreativitas.

Berbagai cabang seni dikembangkan di dalamnya. Tari dan musik tradisional menjadi bagian dari aktivitas OSB, begitu pula Sandiwara Mamanda yang menggabungkan dialog jenaka dengan pesan-pesan moral. Kegiatan itu berjalan berdampingan dengan upaya memperkenalkan kekayaan seni dari masyarakat Kutai, Dayak, serta berbagai etnis yang hidup di Kutim.

Padliyansyah sendiri telah menekuni seni sejak 1986. Jejak pengabdiannya juga bersinggungan dengan pemerintahan. Ia pernah menjabat Kasubbag Perencana Dinas Kebudayaan Kutim pada 2017-2023 dan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim pada 27 Januari 2023 hingga 26 Januari 2026.

Kompetensinya di bidang kebudayaan diperkuat sertifikasi nasional sebagai Juri Pertunjukan dan Ahli Cagar Budaya. Ia juga aktif membentuk kelompok teater di sejumlah jenjang pendidikan, dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Pada 2026, Padliyansyah mendapat tugas sebagai Kepala Bidang Penataan Desa DPMDes Kutim. Namun, aktivitas seninya tetap berjalan. Ia masih mengoordinasikan Grup Musik Tingkilan dan FDT Kutim.

“Bagi saya, seni dan budaya bukan sekadar kegiatan, tetapi napas kehidupan yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya. (ADV/ProkopimKutim/KP)

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Gotong Royong Jemaat dan Dukungan Pemkab Kejar Kekurangan Rp1,8 Miliar Gereja HKBP Sangatta

Next Story

Bukan Hanya Tambang, Kutim Bidik Perkebunan hingga UMKM untuk Buka Lapangan Kerja