SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih menghadapi tantangan dalam mewujudkan basis data daerah yang terintegrasi. Hingga kini, tercatat sekitar 1.080 data belum masuk ke dalam sistem, sehingga menjadi fokus pembenahan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Operator Portal Satu Data yang berlangsung di D’Lounge Hotel Royal Victoria.
Bimtek tersebut diikuti operator data dari berbagai perangkat daerah sebagai upaya meningkatkan kualitas statistik sektoral dan memperkuat kolaborasi lintas instansi. Pemerintah daerah menilai keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada ketersediaan data yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi.
Dalam sambutan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman yang dibacakan Kepala Diskominfostaper Ronny Bonar Hamonangan Siburian, disampaikan bahwa persoalan sinkronisasi data masih menjadi perhatian serius.
“Data kita belum sempurna, masih ada yang tidak sinkron. Ini adalah tantangan yang harus kita jawab dengan kolaborasi. Tanpa sinkronisasi antar-PD, mustahil masyarakat bisa mendapatkan informasi yang berkualitas,” ujar Ronny.
Selain meminta seluruh perangkat daerah memperbaiki kualitas data, bupati juga menekankan pentingnya penyampaian data E-Kinerja (E-Kin) secara tepat agar terhubung dengan sistem nasional. Menurutnya, efisiensi yang sedang diterapkan pemerintah tidak boleh menghambat peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis data.
Sementara itu, Kepala Bidang Statistik Diskominfostaper Kutim Hasanudin menyampaikan bahwa capaian pengumpulan data sepanjang 2025 telah mencapai 77,01 persen. Sebanyak 3.545 indikator berhasil dihimpun dari total 4.603 daftar data yang tersedia.
Pemerintah daerah kini menetapkan target yang lebih tinggi pada 2026, yakni menghimpun 3.870 indikator. Target tersebut diharapkan mampu memperkuat Portal Satu Data sebagai fondasi penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Pemkab menilai setiap data yang dihimpun bukan sekadar memenuhi kebutuhan administrasi, melainkan menjadi dasar pengambilan keputusan agar program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/KP)