SANGATTA – Kutai Timur semakin menunjukkan posisinya sebagai salah satu daerah tujuan investasi di Kalimantan Timur. Sepanjang 2025, realisasi investasi di daerah ini mencapai Rp20,07 triliun atau 160,06 persen dari target Rp12,5 triliun. Prestasi itu mengantarkan Kutim memboyong dua penghargaan terbaik kedua tingkat provinsi.
Apresiasi tersebut diberikan kepada Kutim sebagai kabupaten dengan capaian target tertinggi realisasi investasi PMDN dan PMA, sekaligus kategori persentase realisasi investasi tertinggi tahun 2025.
Penghargaan diserahkan dalam kegiatan Sosialisasi LKPM Tahun 2026 oleh perwakilan DPMPTSP Kaltim, Fatimah Agustina, kepada Bupati Ardiansyah Sulaiman yang didampingi Kepala DPMPTSP Kutim Novian Prananta.
Novian menyebut keberhasilan itu lahir dari kolaborasi pemerintah daerah dengan para pelaku usaha. Menurutnya, stabilitas daerah, potensi sumber daya alam yang melimpah, dan kualitas sumber daya manusia menjadi daya tarik utama bagi investor.
Ia juga mengingatkan pentingnya pelaporan LKPM secara berkala karena menjadi dasar evaluasi dan penyusunan kebijakan investasi yang lebih efektif.
Pada 2026, Kutim menargetkan investasi sebesar Rp18,42 triliun. Hingga triwulan pertama, realisasi telah mencapai Rp3,18 triliun atau 17,25 persen dari target.
Sementara itu, Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan investasi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi, investasi diharapkan menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya saing daerah, dan menghadirkan nilai tambah bagi pembangunan. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menjaga iklim investasi yang terbuka, sehat, dan kondusif agar kepercayaan investor terus meningkat. (ADV/ProkopimKutim/KP)