SKA Jadi Kunci Kutim Benahi Data Komoditas dan Investasi

by
11 Agustus 2026
1 min read

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menilai pembenahan administrasi asal komoditas menjadi langkah penting untuk memastikan kekayaan daerah tercermin dalam data ekonomi. Salah satu upaya yang disiapkan adalah memperkuat penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) atau Certificate of Origin (COO) bagi komoditas yang diproduksi di Kutim.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyoroti masih adanya komoditas seperti batu bara dan kelapa sawit yang produksinya berlangsung di Kutim, tetapi tercatat sebagai milik daerah lain. Perbedaan pencatatan itu terjadi karena barang didistribusikan melalui pelabuhan di luar Kutim.

Menurut Ardiansyah, SKA dapat menjadi penanda administratif yang memperjelas identitas asal barang. Dokumen tersebut juga memiliki fungsi strategis dalam perdagangan lintas negara, mulai dari kebutuhan ekspor dan kepabeanan hingga pemanfaatan tarif khusus dalam skema perdagangan bebas.

“Jadi mereka juga kaget,” kata Ardiansyah saat menjelaskan kondisi pencatatan produksi Kutim.

Ia menilai persoalan tersebut perlu ditangani secara lintas sektor. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), organisasi perangkat daerah, serta instansi vertikal diminta memperkuat koordinasi agar arus komoditas dan investasi dapat terdokumentasi secara lebih akurat.

Selain memperbaiki administrasi, Pemkab Kutim menyiapkan optimalisasi infrastruktur pelabuhan. Ardiansyah menyebut Pelabuhan Maloy di Kecamatan Kaliorang dan Pelabuhan Kenyamukan sebagai fasilitas yang didorong untuk mendukung pengiriman komoditas dari Kutim.

Pelabuhan KEK Maloy sendiri telah rampung dibangun sejak 2015, tetapi pemanfaatannya belum dinilai maksimal. Pemerintah daerah kini berupaya menjadikannya salah satu simpul ekspor langsung.

Kepala DPMPTSP Kutim Novian Pranata mengatakan pihaknya akan memperkuat koordinasi untuk menindaklanjuti kebijakan tersebut. Ia menilai perbaikan pencatatan tidak hanya berdampak pada statistik, tetapi juga dapat meningkatkan kepercayaan investor.

Dengan data produksi, distribusi, dan investasi yang lebih presisi, Novian berharap potensi pertumbuhan ekonomi serta pendapatan daerah Kutim dapat tergambar lebih utuh. (ADV/ProkopimKutim/KP)

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Pemkab Kutim Bidik “Zero Stunting” di Sangkulirang

Next Story

Kutim Susun Strategi Panjang Lawan Stunting