Bupati Ardiansyah Dorong Aksesibilitas untuk Dukung Investasi Baru

by
9 November 2025
514 views

SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah bersiap untuk kedatangan dua investasi baru berupa kawasan industri kimia dan sebuah investasi di kawasan Maloy yang masih dalam kajian. Hal tersebut menjadi harapan baru untuk ekonomi Kutim yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing.

Menurut Bupati Ardiansyah, investasi pertama adalah Batuta Chemical Industrial Park (BCIP) yang terletak di Kecamatan Bengalon dan digadang-gadang akan menjadi pusat pengembangan industri kimia terpadu pertama di Asia Tenggara. BCIP merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), nilainya fantastis, diperkirakan sekitar Rp30 hingga Rp40 triliun.

“Kawasan kimia di Kutim adalah BCIP, yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Kita tinggal menunggu kapan [proyeksi investasi triliunan rupiah] ini beroperasi,” ungkap Bupati. BCIP akan fokus pada hilirisasi batubara, melalui pembangunan pabrik gasifikasi batubara (Coal to Methanol) dan pabrik amonium nitrat.

Sementara investasi kedua berlokasi di kawasan Maloy. Menurut Bupati, investasi sebesar Rp6 triliun telah menyewa lahan selama dua tahun dan investasinya masih dalam kajian.
Meski demikian, Bupati Ardiansyah melihat ada persoalan aksesibilitas dalam soal realisasi investasi tersebut. Lanskap geografis Kutim yang khas membuat perjalanan darat akan sangat lama, sehingga dibutuhkan transportasi yang lebih cepat.

Langkah konkret yang dipikirkan oleh Pemkab adalah melobi swasta, dalam hal ini Kaltim Prima Coal (KPC), untuk menambah lintasan pesawat terbang pada bandara mereka. Dengan kata lain, KPC membuka diri untuk penerbangan komersial, tidak hanya melayani kepentingan perusahaan saja.

“Beberapa investor yang memiliki niat berinvestasi ke Kutim mengeluhkan lamanya jarak dan waktu perjalanan. Rute penerbangan yang lebih cepat ini dapat mendatangkan investor,” jelas Bupati Ardiansyah.

Investasi yang masuk akan membuat ekonomi berkembang, karena setidaknya ada kesempatan kerja tersedia. Pada gilirannya akan membuat ekonomi berkembang dan kesejahteraan masyarakat juga terbangun. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

DPPKB Kutim Kembangkan Sekolah Lansia dan Cegah Stunting dari Hulu

Next Story

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Sandaran Soroti Bahaya TBC