Bupati Ardiansyah: Maulid Nabi Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah

by
8 November 2025
579 views

BENGALON – Ribuan jamaah memadati Gedung Majelis Taklim Akbar, Kecamatan Bengalon, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan disusul sambutan oleh Ketua Majelis Taklim Akbar Bengalon, Umi Nurul Hikmah.

“Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, para jamaah, dan pihak-pihak yang telah membantu hingga acara ini terlaksana dengan lancar. Semoga kegiatan ini menjadi ladang pahala dan mendapat keberkahan dari Allah SWT,” ujarnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman beserta istri, Siti Robiah; Kapolsek Bengalon AKP Asriadi; dan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur H. Arfan. Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menyerukan umat Islam untuk menjadikan Maulid sebagai refleksi atas keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam seluruh aspek kehidupan.

“Rasulullah SAW adalah teladan terbaik. Kita memperingati Maulid bukan sekadar seremonial, tetapi bagaimana meneladani akhlaknya dalam keseharian, dalam keluarga, pekerjaan, dan masyarakat,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek Bengalon AKP Asriadi turut memberikan sambutan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keamanan selama acara berlangsung dan mengajak jamaah untuk memelihara fasilitas publik yang telah disediakan pemerintah daerah.
Sementara tausiah diisi oleh Dr. H. Shobirin Bagus, dengan ceramahnya yang komunikatif dan diselingi humor. Ustaz Shobirin menekankan pentingnya memperkuat iman, meneladani akhlak Nabi, serta menjaga keutuhan bangsa.

“Pancasila bukan bertentangan dengan ajaran Islam, tetapi justru selaras dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Karena itu, mari kita jaga keutuhan bangsa dengan meneladani akhlak Rasulullah,” pesannya.

Ustaz Shobirin juga membuat sesi tanya jawab ringan yang menjadikan forum lebih semarak lagi. Ia mengingatkan jamaah untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan serta menjaga kebinekaan sebagai wujud cinta tanah air yang sejalan dengan ajaran Islam.

Acara penutupan ditandai doa bersama dan pembagian secara simbolis pohon Maulid, sesuai tradisi khas Bengalon yang diisi hasil bumi, telur, dan perlengkapan rumah tangga. Raut bahagia terpancar dari para jamaah yang hadir. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Penling Polres Kutim, Upaya Dekatkan Polisi dengan Masyarakat

Next Story

FPK Kutim Gelar Dialog Kebangsaan: Rawat Perbedaan, Eratkan Persatuan