FPK Kutim Gelar Dialog Kebangsaan: Rawat Perbedaan, Eratkan Persatuan

by
8 November 2025
534 views

KALIORANG – Sebuah forum kebangsaan digelar di Kecamatan Kaliorang, menjadi pertemuan lintas suku, agama, dan budaya. Kegiatan yang digagas oleh Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) ini mengambil tema “Merawat Kebhinekaan, Memperkuat Persatuan Kutim”. Dua orang narasumber, Gregorius H. Gewar (Pembina Forsolid Nusa Tenggara Timur Kutim) dan Asbudi (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan/KKSS), dihadirkan untuk memberikan pemikiran mereka.

Forum ini dihadiri oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, perwakilan Badan Kesbangpol Kutim Hapiah, Camat Kaliorang Rusnomo, Camat Kaubun Saprani, Ketua FPK Kutim H. Abdul Kader, unsur Forkopimcam, kepala desa dari dua kecamatan, perwakilan perusahaan, serta berbagai paguyuban yang mewakili keberagaman etnis di Kaliorang dan Kaubun.

Ketua FPK Kutim H. Abdul Kader menyatakan dialog kebangsaan sebagai momentum penting untuk kembali meneguhkan nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan persaudaraan. Menurutnya, FPK bukan sekadar lembaga formal, tetapi juga menjadi wadah perjumpaan dan jembatan harmoni di tengah kemajemukan masyarakat.

Dalam sambutannya membuka kegiatan, Bupati Kutim Ardiansyah menekankan kekuatan perbedaan yang menjadi pemersatu, oleh karena itu harus dirawat bersama.
“Di tengah situasi global yang kian tidak stabil, bangsa Indonesia tetap bisa menjadi contoh bagaimana keberagaman dijaga tanpa kehilangan jati diri. Indonesia menjadi teladan karena mampu berdialog dengan berbagai pihak tanpa kehilangan jati diri bangsa,” ungkap Ardiansyah.

Ardiansyah juga memberikan apresiasi kepada FPK, yang menurutnya memiliki peran strategis dalam memperkuat silaturahmi antarwarga dan mencegah benih perpecahan sosial.
“Mari masyarakat, pemerintah, dan perusahaan memperkuat komunikasi dan kolaborasi demi suasana kondusif di Kutim. Ibaratnya, kebhinekaan Indonesia seperti sepiring rujak, beraneka rasa namun menghasilkan cita rasa yang nikmat ketika bersatu,” pungkas Ardiansyah.

Menurut Ketua Panitia Albert Andris Njuk, dialog ini digelar sebagai ajang refleksi bagi masyarakat lokal, untuk mendamaikan kesalahpahaman antarsuku di wilayah tersebut yang sempat muncul. Albert menekankan bahwa forum ini menjadi ruang nyata untuk mempererat hubungan sosial dan menemukan semangat kebersamaan. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Bupati Ardiansyah: Maulid Nabi Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah

Next Story

Kesbangpol Kutim Gelar Lomba Videografi Pelajar