Bupati Kutim Lepas 58 Mahasiswa STIPER, Dorong Inovasi Pertanian dan Pemberdayaan Desa

by
19 November 2025
479 views

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan masyarakat desa melalui pelepasan 58 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kutim untuk program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Bupati Kutim H. Ardiansyah Sulaiman menegaskan, mahasiswa bukan hanya sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi menjadi agen inovasi pertanian yang mampu memberikan solusi nyata bagi tantangan lokal.

Program KKN yang berlangsung selama 45 hari ini menempatkan mahasiswa di Kecamatan Karangan dan Kaliorang, dua wilayah strategis yang memiliki potensi pertanian sekaligus tantangan sosial-ekonomi. Di sinilah mahasiswa akan mengimplementasikan ilmu pertanian, melakukan pendekatan partisipatif, dan membangun hubungan sosial dengan masyarakat.

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di kampus STIPER Jalan Soekarno-Hatta, Sangatta, dan ditandai dengan penyematan jaket almamater oleh Asisten Pemkesra Setkab Kutim, Poniso Suryo Renggono, mewakili Bupati. Dalam sambutannya, Poniso mengingatkan mahasiswa pentingnya karakter dan integritas dalam menjalankan pengabdian. “Berpikirlah positif, bertindaklah positif, maka hasilnya pun akan positif,” ujarnya.

Ketua STIPER Kutim, Ismail Fahmi Almadi, menekankan agar mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Tidak hanya sekadar menjalankan tugas akademik, mereka diharapkan membangun relasi emosional dengan warga serta membawa gagasan inovatif untuk pengembangan desa.

Sebelum diberangkatkan, para mahasiswa mengikuti pembekalan selama tiga hari yang mencakup penyusunan program kerja, etika berinteraksi di masyarakat, hingga penguatan kemampuan menghadapi realitas sosial desa. Selama KKN, mereka akan terlibat dalam berbagai kegiatan, seperti pelatihan pertanian berkelanjutan, edukasi lingkungan, pemberdayaan UMKM, dan penguatan kelembagaan desa.

Pemkab Kutim menyatakan dukungan penuh terhadap program ini, berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya menambah semangat akademik, tetapi juga memberikan solusi konkret atas persoalan lokal. “Semoga setiap ilmu dan tenaga yang kalian curahkan menjadi bagian dari pembangunan daerah,” tutup Poniso.

Dalam keseharian warga dan ladang-ladang pertanian, para mahasiswa STIPER diharapkan meninggalkan jejak nyata: kombinasi antara pengetahuan, kepedulian, dan aksi yang memperkuat ketahanan pertanian serta pemberdayaan masyarakat Kutim. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Perempuan NU Kutim Didorong Jadi Agen Inovasi dan Penggerak Ekonomi Lokal

Next Story

Kutim Tancap Gas Perlindungan Pekerja Rentan, Bupati Paparkan Strategi di Paritrana Award