CSR Kobexindo Cement Bangun Jalan Beton 5 Kilometer

by
19 November 2025
460 views

BENGALON — Akses yang semula terhambat lumpur dan kerusakan kini berganti lancar dan kokoh. Jalan sepanjang lima kilometer di Dusun Sekurau, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, resmi dibuka, hasil program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Kobexindo Cement. Peresmian itu menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pedesaan.

Bupati Kutai Timur (Kutim) H. Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi langkah perusahaan yang langsung merespons kebutuhan masyarakat. “Kami berterima kasih atas kontribusi nyata PT Kobexindo Cement. Jalan ini memudahkan warga mengakses sekolah, pasar, dan lahan pertanian,” ujar Ardiansyah dalam sambutannya.

Desa Sekerat merupakan salah satu desa tua di Bengalon, dengan kondisi jalan utama yang sebelumnya rusak akibat beban kendaraan berat perusahaan. Permintaan perbaikan diajukan Kepala Desa Sunandika kepada manajemen perusahaan, yang kemudian menyetujui pembangunan ulang jalan dengan pengecoran penuh. “Ini bukti komitmen kami pada pembangunan berkelanjutan di wilayah operasi,” kata Direktur Utama PT Kobexindo Cement Regional Indonesia, Wang Jian Wei.

Selain mempermudah mobilitas, peresmian jalan bertepatan dengan Festival Sekerat Nusantara 2025, memperkuat pesan bahwa pembangunan fisik dan pelestarian budaya lokal bisa berjalan beriringan. Kepala Desa Sunandika menambahkan, CSR ini bukan sekadar bantuan, tapi bentuk nyata tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

Meski baru sebagian dari total 23 kilometer jalan yang perlu diperbaiki, dampak positifnya sudah terlihat. Warga tidak lagi menghadapi lumpur tebal saat musim hujan, dan aktivitas ekonomi serta sosial menjadi lebih lancar.

Bupati Ardiansyah berharap kolaborasi seperti ini menjadi contoh bagi perusahaan lain di Kutim. “Pembangunan bukan hanya proyek pemerintah, tapi kemitraan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya. Jalan beton Sekurau kini menjadi simbol gotong-royong lintas sektor, yang menghubungkan harapan masyarakat pesisir Kutim menuju masa depan yang lebih sejahtera. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Desa Sekerat Jadi Laboratorium Pertanian Modern di Kutim

Next Story

Kaubun Menjadi Pusat Kebudayaan Banjar: Laung Kuning Hidupkan Semangat Persaudaraan