Desa Sekerat Jadi Laboratorium Pertanian Modern di Kutim

by
19 November 2025
547 views

BENGALON, KUTIM — Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, kini dijadikan laboratorium pertanian modern Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Program ini bertujuan mengubah paradigma petani tradisional menjadi pengusaha tani yang mandiri dan mampu bersaing secara ekonomi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Transformasi ini dimulai di lahan seluas 100 hektare yang disiapkan sebagai proyek percontohan pertanian berbasis teknologi. Pemerintah daerah memperkenalkan inovasi modern seperti traktor otomatis, sensor kelembapan tanah, hingga drone untuk pemupukan presisi. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi pengelolaan lahan.

Bupati Kutim H. Ardiansyah Sulaiman menekankan bahwa modernisasi pertanian bukan sekadar soal mesin, tetapi juga pola pikir. “Kami ingin petani, khususnya generasi muda, keluar dari posisi pekerja tradisional dan bertransformasi menjadi pengusaha tani. Mereka harus menguasai ekonomi agrikultur, bukan hanya teknik bercocok tanam,” ujarnya saat membuka lahan percontohan di Desa Sekerat.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim tengah mengidentifikasi komoditas unggulan yang sesuai dengan karakteristik lahan pesisir Sekerat. Setiap komoditas diarahkan agar memiliki nilai tambah dan daya saing tinggi, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemasaran produk. Program ini juga selaras dengan agenda nasional dalam mewujudkan kemandirian pangan dan industrialisasi pertanian berbasis desa.

Selain teknologi dan pemilihan komoditas unggulan, pemerintah mendorong kolaborasi antara petani, generasi muda, dan pelaku usaha. Pendekatan ini diharapkan membangun ekosistem agribisnis yang berkelanjutan, di mana masyarakat desa tidak hanya menjadi penyedia bahan baku, tetapi juga pelaku utama dalam rantai nilai pertanian.

Kini, drone dan ponsel pintar menjadi bagian dari keseharian petani Sekerat, menandai awal transformasi sunyi menuju pertanian modern. Desa pesisir ini pun perlahan menjadi simbol pertanian masa depan Kutim: produktif, berbasis data, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

RSUD Muara Bengkal BLUD, Pemkab Kutim Pastikan Fokus Layanan Cepat dan Transparan

Next Story

CSR Kobexindo Cement Bangun Jalan Beton 5 Kilometer