Faizal Rachman Dorong Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Kaubun Lewat Sistem Terpadu

by
23 November 2025
570 views

Kutai Timur, Kaltimpoint.com — Anggota DPRD Kutai Timur, Faizal Rachman, menggagas penguatan ketahanan pangan daerah melalui sistem terpadu yang mengintegrasikan ternak, ikan air tawar, dan padi di Kecamatan Kaubun. Ia menilai konsep ini dapat menciptakan ekosistem pangan mandiri sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Mata air saya mau jadikan budidaya ikan air tawar,” ujar Faizal

Menurutnya, Kaubun memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal, terutama terkait lahan pertanian dan sumber mata air. Dengan sistem terpadu ini, masyarakat dapat mengelola ternak, perikanan, dan padi secara berkelanjutan, sehingga produksi pangan lokal meningkat dan ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi.

Ia menegaskan bahwa integrasi ketiga komoditas ini dirancang untuk saling melengkapi, misalnya limbah ternak dapat menjadi pupuk untuk padi, sementara sistem budidaya ikan akan mendukung ketersediaan protein bagi warga setempat. Dengan demikian, pendekatan ini tidak hanya meningkatkan produksi pangan tetapi juga menciptakan ekosistem pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Kalau ini berjalan, masyarakat tidak perlu lagi bergantung pada daerah lain. Kita bisa produksi dari sini,” tegasnya.

Metode bioplok merupakan teknik budidaya ikan yang menggunakan blok-blok berbahan organik untuk menciptakan ekosistem mini bagi ikan, sehingga pertumbuhan ikan lebih optimal tanpa merusak lingkungan. Faizal menilai, penerapan sistem ini akan mendukung ketahanan pangan lokal sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani dan pembudidaya ikan di Kaubun.

pihaknya menekankan pentingnya pendampingan dan pelatihan bagi masyarakat setempat agar mereka mampu mengelola sistem bioplok dengan baik. Dengan begitu, pengembangan perikanan lokal dapat berkelanjutan dan menjadi sumber penghasilan yang stabil.

Faizal berharap, program ini dapat menjadi contoh integrasi pertanian dan perikanan yang efektif, sekaligus mendorong terciptanya ketahanan pangan yang mandiri di Kutai Timur. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Legislator Gerindra Kutim Soroti Usulan Multiyears Rp2,19 Triliun: “Harus Benar-Benar Berdasarkan Regulasi”

Next Story

Festival Pesona Budaya Sukses Tampilkan Beragam Budaya di Kutai Timur