Guru Al-Qur’an di Kutim Diberi Pelatihan Metode Ummi, Cetak Generasi Qurani di Era Digital

by
19 November 2025
515 views

SANGATTA – Memperkuat karakter generasi muda di tengah arus digitalisasi menjadi fokus utama pelatihan Metode Ummi yang diikuti 61 guru Al-Qur’an dari SDIT 1, SDIT 2, dan SMPIT Darusalam Kutai Timur (Kutim). Kegiatan yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis membaca Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai spiritual dan akhlak mulia bagi para pendidik.

Pelatihan dengan tema “Membina Generasi Qurani dengan Pembelajaran yang Efektif dan Menyenangkan” ini merupakan bagian dari strategi Darusalam Quran Center (DQC) untuk memperkuat kualitas guru Al-Qur’an sekaligus membumikan Al-Qur’an di lingkungan sekolah terpadu. Kegiatan ini menekankan pembelajaran yang menyenangkan, metodologi tartil yang benar, dan pendekatan spiritual yang mendalam.

Empat narasumber berkompeten hadir untuk membekali guru-guru. Di antaranya Ustaz H Ahmad Syahrani dari UMMI Kutim, serta Ustazah Quni Mualimin dan Ustazah Karsih dari Bontang. Mereka memberikan pembekalan teknik tartil, strategi motivasi peserta didik, dan penguatan nilai spiritual dalam proses belajar mengajar.

“Ilmu yang tidak diamalkan seperti pohon yang tidak berbuah,” ujar Ustaz Gatot Suwoko, Koordinator DQC, saat memberikan laporan kegiatan. Ia menambahkan, dukungan penuh Pemkab Kutim, khususnya Bupati H Ardiansyah Sulaiman, menjadi modal penting dalam meningkatkan kompetensi guru Al-Qur’an di Kutim.

Bupati Ardiansyah menekankan pentingnya kegiatan ini bukan sekadar untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter dan memperkuat identitas keagamaan serta kearifan lokal masyarakat Kutim. “Saya berharap guru-guru dapat terus mengembangkan metodologi dan menjadikan pembelajaran Al-Qur’an sebagai pengabdian berkelanjutan,” ujarnya.

Peserta pelatihan, Ustazah Nur Hayati, menyampaikan apresiasinya. Ia menekankan, menjadi guru Al-Qur’an adalah amanah yang harus dijalankan dengan niat ikhlas dan kesabaran.

Metode Ummi menekankan tartil, pembacaan Al-Qur’an secara perlahan dan benar, sekaligus membangun sikap dan spiritualitas pengajar. Dalam konteks pendidikan Kutim, pelatihan ini merupakan investasi jangka panjang untuk menghasilkan generasi Qurani yang unggul secara keilmuan, moral, dan spiritual. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

RSUD Kudungga Kini Mampu Tangani Operasi Saraf Tingkat Lanjut

Next Story

Perempuan NU Kutim Didorong Jadi Agen Inovasi dan Penggerak Ekonomi Lokal