SANGATTA — Kutai Timur (Kutim) mencatat tonggak baru dalam pelayanan kesehatan. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangatta berhasil melakukan operasi bedah saraf kompleks untuk pertama kalinya, menegaskan posisinya sebagai rumah sakit rujukan berstandar nasional di Kalimantan Timur.
Keberhasilan ini merupakan bagian dari Program Pendampingan Operasi (Proctoring) dan Mini Simposium Bedah Saraf yang digelar di RSUD Kudungga. Dua dokter ahli bedah saraf dari Surabaya, dr. Assadullah, M.Ked.Klin., Sp.BS (RS Mitra Keluarga) dan dr. Guna Hutomo Putra, M.Ked.Klin., Sp.BS (RS Universitas Airlangga), memandu tim medis lokal dalam melakukan tindakan bedah saraf berisiko tinggi.
“Ini adalah pencapaian penting yang menunjukkan kesiapan tenaga medis dan fasilitas kami,” kata Direktur RSUD Kudungga, dr. Muhammad Yusuf. Selama tiga hari kegiatan berlangsung, tim rumah sakit berhasil menangani kasus cedera pleksus brakialis, HNP (hernia nukleus pulposus), hingga kista tarlov, menggunakan teknik nerve transfer, microscopic laminectomy decompression, dan injeksi manajemen nyeri minimal invasif.
Kegiatan ini juga melibatkan Mini Simposium Hybrid bertajuk “Saraf yang Terputus: Strategi Klinis dalam Menghadapi Cedera Plexus Brachialis dan Spinal”, bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kutim. Puluhan tenaga medis dari berbagai daerah mengikuti forum ilmiah tersebut, yang menghadirkan narasumber nasional seperti dr. Fatimatus Zahroh, Sp.KFR, AIFO-K.
RSUD Kudungga kini memiliki dua dokter bedah saraf tetap, dr. Heru Kustono, M.Ked.Klin., Sp.BS, dan dr. Mirza Aditya, Sp.BS, yang memperkuat kapasitas rumah sakit untuk menangani kasus saraf secara mandiri. Ke depan, rumah sakit juga berencana menghadirkan program serupa untuk layanan kateterisasi jantung, bekerja sama dengan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
“Jumlah pasien yang harus dirujuk keluar Kutim bisa ditekan. Malah, kami ingin rumah sakit lain yang merujuk ke sini,” ujar Yusuf. Keberhasilan ini menegaskan bahwa rumah sakit daerah mampu menyelenggarakan layanan medis berkualitas tinggi, membangun fondasi kemandirian dan profesionalisme di Kutim.
Dengan pencapaian ini, RSUD Kudungga menegaskan visinya menjadi pusat layanan kesehatan rujukan unggulan di Kalimantan Timur, membuktikan bahwa inovasi dan keahlian medis kini tumbuh dari tanah timur Pulau Borneo. (ADV/ProkopimKutim/KP)